DELEIGEVEN HISTORICULTURAM

HISTORY IS ONE OF THE BEST INFORMATION FOR OUR CURRENT & FUTURE

Translate

Monday, 2 February 2015

Dinasti Goryeo, Periode Awal

*Various information about history is available in ENGLISH



Dinasti Goryeo adalah dinasti yang didirikan oleh Wang Geon di Songdo, (Kaesong pada saat ini) dari tahun 918 sampai 1392. Dinasti Goryeo menggabungkan Tiga Kerajaan Akhir Korea dengan menguasai Silla dan menumbangkan kerajaan Baekje Akhir (Hubaekje) tahun 935. Nama Goryeo adalah singkatan dari nama salah satu dari kerajaan dalam sejarah Tiga Kerajaan, Goguryeo (kerajaan yang didirikan oleh Jumong). Nama Korea juga diambil dari kata Goryeo (Goryeo-Koryeo-Korea). Goryeo sangat serius melancarkan ekpansi teritori ke utara. Lahirnya Goryeo menandai akhir dari Periode Negara Selatan dan Utara dan dimulainya unifikasi Korea yang sesungguhnya. Teritori Goryeo jauh lebih luas dari teritori Joseon.

Banyak sekali hukum, undang-undang, dan kebijakan-kebijakan era Goryeo yang diadopsi oleh dinasti penerusnya, yaitu Dinasti Joseon. Walaupun pada masa kini, Dinasti Joseon, sebagai dinasti terakhir, merupakan dinasti yang paling terkenal dari Korea, namun Goryeo sejak dulu lebih dikenal oleh dunia ketimbang Dinasti Joseon, karena Goryeo menerapkan politik luar negri yang jauh lebih terbuka.

Para Raja Goryeo dimasa-masa awal dinasti, terdiri dari Taejo, putra-putra Taejo, dan cicit-cicit Taejo. Perebutan takhta secara intens, menyebabkan para putra, cucu, dan cicit Taejo menaiki takhta secara bergantian dalam kurun waktu hampir 130 tahun. Berikut ini adalah para Raja Goryeo di-periode awal (urutan nomor diurutkan sesuai dengan urutan raja-raja tersebut dalam daftar Raja Goryeo):



1. Raja Taejo-Wang-geon

Lukisan Resmi Raja Taejo Wang-geon


Raja Taejo dari Goryeo lahir tahun 877 dari keluarga pedagang kaya di Kaesong dan memiliki nama asli Wang-geon (왕건), dan dia lebih dikenal dengan nama aslinya karena Korea memiliki dua orang raja yang memiliki nama kuil Taejo (Taejo dari Goryeo dan Taejo dari Joseon). Ia pendiri Dinasti Goryeo dan pemersatu Korea yang sebelumnya telah terpecah-belah dalam Zaman Tiga Negara Akhir (후삼국 시대 - Husamguk Sidae). Dia menjadi Raja Goryeo pada tahun 918, diusia 41 tahun dan memerintah selama 25 tahun. Unifikasi Korea tahun 936 oleh Raja Taejo adalah peristiwa sejarah penting dalam sejarah Korea. Belum pernah ada seorangpun dalam sejarah Korea mampu mempersatukan bangsa itu dalam skala besar dan kekuasaan dinastinya mencapai 400 tahun lebih. Penyatuan Korea tahun 668 oleh Dinasti Silla hanya mencakup setengah dari negara semenanjung itu karena wilayah utara masih dikuasai oleh Balhae. Bangsa Korea saat ini memandangnya sebagai simbol persatuan negara mereka yang telah terpecah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan pada tahun 1948.

Wang Geon adalah keturunan keluarga berpengaruh di Songdo (sekarang Kaesŏng) yang mengendalikan perdagangan di Sungai Yeseong. Ayahnya, Wang Yung, adalah pemimpin marga Wang dan memperoleh kekayaanya dari hasil berdagang dengan Tiongkok. Leluhurnya pernah tinggal di perbatasan Kerajaan Goguryeo, sehingga ia masih memiliki garis keturunan Goguryeo.

Wang Geon memulai kariernya pada Zaman Tiga Negara Akhir yang penuh kekacauan. Pada tahun-tahun terakhir Dinasti Silla, pemberontakan petani meletus di berbagai daerah menentang pemerintahan Ratu Jinseong yang lemah dan didominasi oleh para pejabat korup yang menindas rakyat. Saat itu ada dua pemimpin pemberontak yang cukup berpengaruh yaitu Gung Ye di wilayah barat laut dan Gyeon Hwon di wilayah barat daya. Kekuatan mereka semakin bertumbuh dengan bergabungnya pasukan pemberontak yang lebih kecil dan pejabat Silla yang mereka kalahkan. Tahun 895, Gung Ye memimpin pasukannya ke Songdo. Wang Yung (ayah Wang-geon) dan klan-klan lokal disana menyatakan menyerah dan bergabung dengan Gung Ye. Wang Geon pun mengikuti ayahnya bergabung dengan pemberontak itu.

Kecakapan Wang-geon sebagai pemimpin militer membuat Gung Ye terkesan sehingga ia dipromosikan sebagai jenderal dan diperlakukan seperti saudara olehnya. Tahun 900, ia memimpin sebuah kampanye militer yang sukses mengalahkan klan-klan lokal dan pasukan Kerajaan Baekje Akhir (yang baru didirikan oleh Gyeon Hwon) di wilayah Chungju. Kemenangan ini membuat pamornya semakin menanjak dan mendapat pengakuan dari Gung Ye. Tahun 901, Gung Ye mengangkat dirinya sebagai raja dari Dinasti Goguryeo Akhir. Tahun 903, Wang-geon kembali memenangkan pertempuran laut melawan Baekje Akhir, ketika Gyeon-hwon sedang sibuk berperang dengan Silla. Ia juga selalu menolong orang-orang miskin di daerah yang ditaklukannya dan yang tertindas oleh pemerintahan Silla. Namanya pun populer di kalangan rakyat karena kepemimpinan dan kemurah hatiannya.

Tahun 913, Gung-ye mengangkat Wang-geon menjadi perdana menterinya setelah dua tahun sebelumnya mengubah nama kerajaannya menjadi Taebong. Tak lama setelah bertahta Gung Ye terjerumus dalam kultus pribadi, ia menyamakan dirinya dengan Budha, dan pemerintahannya mulai menjadi tirani, ia membunuh siapa saja yang dicurigai dan tidak sependapat dengannya, termasuk istri dan kedua anaknya. Beberapa biksu juga dihukum mati karena menentang pandangan keagamaannya. Para bawahan dan rakyat pun mulai muak pada kesewenang-wenangannya itu.

Tahun 918, empat jenderal senior Taebong yaitu Hong Yu, Bae Hyeongyeong, Shin Sunggyeom dan Bok Jigyeom bersekongkol untuk menggulingkan sang tiran Gung Ye dan mengangkat Wang-geon sebagai penggantinya. Pada awalnya Wang-geon menentang rencana ini, namun akhirnya ia menyetujuinya. Tahun itu juga, Gung-Ye di bunuh di dekat ibukota Cheorwon. Wang-geon diangkat sebagai raja dengan gelar Taejo dan tak lama kemudian ia mengubah nama kerajaan itu menjadi Goryeo.

Wang Geon adalah raja Goryeo yang memiliki istri terbanyak, Wang Geon menikahi putri-putri bangsawan yang berasal dari basis pendukungnya sendiri maupun dari pendukung musuhnya agar tercipta perdamaian. Hal ini membuat Wang Geon memiliki 29 istri yang berasal dari hampir seluruh penjuru wilayah kekuasaan Goryeo. Ratu pertama adalah Ratu Shinhye putri dari Ryu Cheon-gung, bangsawan dari klan Ryu di daerah Jeongju, provinsi Gyeonggi. Ratu Shnhye dinikahi oleh Wang Geon saat beliau masih menjadi jenderal di Taebong. Pernikahannya dengan Ratu Shinhye tidak memberikan Wang Geon keturunan. Wang Geon pun lalu menikah kembali, dan memberikan gelar "Permaisuri" atau "Ratu" pada hampir semua istrinya. Nama para istri Wang Geon lainnya adalah:

- Ratu Janghwa dari klan Oh didaerah Naju, Provinsi Jeolla, dan merupakan putri dari bangsawan Oh Dae-ryeon. Ratu Janghwa merupakan ibu dari Raja Hyejong, dan merupakan nenek dari Ratu Gyeonghwa (putri Hyejong sekaligus salah seorang ratu dari Raja Gwangjong/Wang So).

- Ratu Shinmyeong dari klan Yoo didaerah Chungju, Provinsi Chungcheong, yang merupakan putri dari Yoo Geung-dal. Ratu Shinmyeong adalah ibu dari Raja Jeongjong dan Raja Gwangjong. Dia juga meruipakan ibu dari Pangeran Mahkota Tae, Wang Jung/Pangeran Besar Moonwon, Pangeran Joontong, Putri Nakrang, dan Putri Heungbang.

- Ratu Sinjeong dari klan Hwangbo didaerah Hwangju, Provinsi Hwanghae, yang merupakan putri dari Hwangbo Jegong. Beliau merupakan ibu dari Ratu Daemok (permaisuri Raja Gwangjong) dan Wang Wook/Daejong Wook (ayah Raja Seongjong), dan nenek dari Raja Seongjong (putra Daejong) dan Raja Gyeongjong (putra Ratu Daemok).

- Ratu Sinseong dari klan Kim didaerah Gyeongju, Provinsi Gyeongsang. Beliau dinikahi Wang Geon pada tahun 935 saat raja terakhir Silla menyerah. Dia adalah keturunan raja-raja Silla. Ayahnya bernama Kim Eok-ryeom. Ratu Sinseong adalah ibu dari Wang Wook/Pangeran Baek-ah/Ahnjong Wook, dan nenek dari Raja Hyeonjong. Bisa dibilang dia merupakan ibunda dari raja-raja Goryeo karena para raja Goryeo berasal dari keturunannya.

- Ratu Jeongdeok dari klan Ryu didaerah Jeongju, Provinsi Gyeonggi. Beliau adalah putri dari Ryu Ryu Deok-young, dan juga merupakan keluarga dari Ratu Shinhye (ratu pertama Wang Geon). Dia adalah ibu dari Pangeran Wang Nyu, Pangeran In-ae, Pangeran Besar Wonjang, Pangeran Johyi, Ratu Moonhye (istri dari saudara tirinya, Pangeran Moonwon), Ratu Seon-ui (Istri dari Wang Wook/Daejong, ayahnya Raja Seongjong).

- Permaisuri Heonmok dari klan Pyeong didaerah Gyeongju, Provinsi Gyeongsan, putri dari Pyeong Joon. Beliau adalah ibu dari Pangeran Mahkota Soomyeong. Beliau dinikahi Wang Geon sekitar tahun 935 atau 936 setelah Silla runtuh.

- Permaisuri Jeongmok dari klan Wang didaerah Myeongju, Provinsi Gangwon, putri dari Wang Gyeong.

- Permaisuri Dongyang dari klan Yoo didaerah Pyeongju (sekarang Pyeongsan), Provinsi Hwanghae, putri dari Yoo Geum-phil. Beliau adalah ibu dari Pangeran Mahkota Hyomok, dan Pangeran Mahkota Hyoeun.

- Permaisuri Sukmok didaerah Gangju (sekarang Jincheon), Provinsi Chungcheon, putri dari Myeong Phil. Beliau adalah ibu dari Pangeran Mahkota Won-nyeong.

- Permaisuri Cheonambuwon dari klan Im didaerah Gyeongju, Provinsi Gyeongsan, putri dari Im Eon. Beliau adalah ibu dari Pangeran Mahkota Hyosung dan Putra Mahkota Hyoji. Beliau dinikahi Wang Geon sekitar tahun 935 atau 936 setelah Silla runtuh.

- Permaisuri Heungbokbuwon dari klan Hong didaerah Hongju (sekarang Hongcheon), Provinsi Chungcheon, putri dari Hong Gyu. Beliau adalah ibu dari Pangeran Mahkota Jik dan seorang putri.

- Permaisuri Hudaeryangwon dari klan Yi didaerah Hapju (sekarang Hapcheon), Provinsi Gyeongsan, putri dari Yi Won. Beliau dinikahi Wang Geon sekitar tahun 935 atau 936 setelah Silla runtuh.

- Permaisuri Daemyongjuwon dari klan Wang didaerah Myeongju, Provinsi Gangwon, putri dari Wang Ye.

- Permaisuri Gwangjuwon dari klan Wang didaerah Gwangju, Provinsi Gyeonggi, putri dari Wang Gyu, dan saudari dari Permaisuri Sogwang (juga istri Wang Geon), ibu dari Putra Mahkota Gwangju. Beliau dinikahi Wang Geon sekitar 937 saat Wang Geon menaklukkan Gwangju.

- Permaisuri Sogwang dari klan Wang didaerah Gwangju, Provinsi Gyeonggi, putri dari Wang Gyu, dan saudari dari Permaisuri Gwangjuwon (juga istri Wang Geon). Beliau adalah ibu dari Pangeran Gwangju. ibu dari Putra Mahkota Gwangju. Beliau dinikahi Wang Geon sekitar tahun 937 saat Wang Geon menaklukkan Gwangju.

- Permaisuri Dongsanwon dari klan Park didaerah Seungju (sekarang Suncheon), Provinsi Jeolla, putri dari Park Young-gyu.

- Permaisuri Yehwa dari klan Wang didaerah Chunju (sekarang Chuncheon), Provinsi Gangwon, putri dari bangsawan Wang Yoo.

- Permaisuri Daesowon dari klan Kim didaerah Dongju (sekarang Soheung), Provinsi Hwanghae, putri dari Kim Haeng-pha dan adik dari Permaisuri Soseowon (juga istri Wang Geon).

- Permaisuri Soseowon dari klan Kim didaerah Dongju (sekarang Soheung), Provinsi Hwanghae, putri dari Kim Haeng-pha dan adik dari Permaisuri Daesowon (juga istri Wang Geon).

- Permaisuri Seojeonwon.

- Permaisuri Sinjuwon dari klan Kang didaerah Shinju (sekarang Shincheon), Provinsi Hwanghae, putri dari Kang Gi-joo.

- Permaisuri Wolhwa.

- Permaisuri Sohwang dari klan Hong didaerah Hwangju, Provinsi Hwanghae, putri dari Sun Haeng.

- Permaisuri Seungmo dari klan Park didaerah Pyeongju (sekarang Pyeongsan), Provinsi Hwanghae, putri dari Park Ji-yoon. Beliau adalah ibu dari Pangeran Mahkota Hyoje, dan Pangeran Mahkota Hyomyeong, Pangeran Beopdeung, Pangeran Jali, dan seorang putri.

- Permaisuri Euiseongbuwon dari klan Hong didaerah Euiseong, Provinsi Gyeongsan, putri dari Hong Yoo. Beliau adalah ibu dari Pangeran Besar Euiseongbu. Beliau dinikahi Wang Geon setelah tahun 936.

- Permaisuri Wolgyeongwon dari klan Park didaerah Pyeongju (sekarang Pyeongsan), Provinsi Hwanghae, putri dari Park Soo-moon.

- Permaisuri Mongrangwon dari klan Park didaerah Pyeongju (sekarang Pyeongsan), Provinsi Hwanghae, putri dari Jenderal Park Soo-kyung.

- Permaisuri Haeryangwon dari didaerah Haepyeong (sekarang Seongsan), Provinsi Gyeongsan, putri dari Seon Phil. Beliau adalah ibu dari Pangeran Besar Euiseongbu. Beliau dinikahi Wang Geon setelah tahun 936.



Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa terkenal yang terjadi saat Wang Geon menjadi Raja Taejo dari Goryeo:

-Tahun 919 (setahun setelah Goryeo berdiri), Wang Geon memindahkan ibukota kerajaan ke kampung halamannya, Songak.

-Wang Geon memberi gelar pada ayahnya, Raja Wondeok yang Agung , dan ibunya, Ratu Junghwa.

-Wang Geon mempromosikan agama Budha sebagai agama nasional.

-Tahun 926, Balhae hancur akibat invasi Suku Bangsa Khitan (pendiri Dinasti Liao di Tiongkok utara). Sebagian besar penduduk Balhae yang dipimpin oleh putra mahkota terakhir Balhae, Dae Gwang-hyeon mengungsi ke Goryeo. Taejo menerima mereka dengan tangan terbuka karena Goryeo dan Balhae adalah sama-sama keturunan Dinasti Goguryeo. Ia lebih cenderung menjalin persekutuan dan kerjasama dengan klan-klan lokal daripada menaklukan mereka.

-Tahun 927, pasukan Baekje Akhir dibawah pimpinan Gyeon-hwon menyerbu ibukota Silla, Gyeongju dan menghukum mati Raja Gyeongae. Ia mengangkat Kim Bu sebagai Raja Gyeongsun yang pada kenyataanya adalah bonekanya lalu mengalihkan sasaran selanjutnya pada Goguryeo Akhir (sisa-sisa Goguryeo). Mendengar berita ini, Wang Geon merencanakan untuk menyerang pasukan Baekje Akhir yang sedang dalam perjalanan pulang di Gongsan, dekat Daegu. Namun pasukan Wang Geon mengalami kekalahan besar dan sebagian pasukannya gugur termasuk Jenderal Shin Sunggyeom yang membantunya naik tahta.

-Wang Geon membalas kekalahan dari pasukan Baekje Akhir pada awal tahun 930-an dengan menghancurkan pasukan Baekje di wilayah Andong. Baekje Akhir mulai mengalami kemunduran sejak kekalahan itu, beberapa jenderalnya mulai membelot ke Goryeo.

-Pada tahun 934 Wang Geon menghalau serbuan Gyeon-hwon terhadap ibukotanya, Kaesong.

-Tahun 935, Raja Gyeongsun dari Silla yang tidak berambisi membangkitkan kerajaannya menyerah pada Goryeo. Taejo dengan girang menerima penyerahan dirinya dan memberinya gelar sebagai pangeran serta menikahi putrinya sebagai salah satu istrinya.

-Tahun 935, ayah Gyeon-hwon yang menguasai Sangju, membelot dan menyerah pada Goryeo. Taejo menganugerahinya gelar ayah kaisar.

-Pada 935, Gyeon-hwon dikudeta oleh putra sulungnya, Singeom, karena ia menunjuk putra ke-4 nya, Geumgang, sebagai putra mahkota. Singeom membunuh adiknya dan memenjarakan ayahnya di sebuah kuil Budha. Namun, Gyeon-hwon berhasil lolos dan melarikan diri ke Goryeo. Taejo menerima dan memperlakukan musuh lamanya itu dengan baik.

-Wang Geon (dengan dibantu oleh Gyeong-hwon) mengalahkan pasukan Baekje dalam sebuah pertempuran di Seonsan tahun 936. Tahun itu juga Gyeon-hwon wafat karena sakit.

-Tahun 936, Wang Geon memimpin kampanye militer terakhir melawan Kerajaan Baekje Akhir. Singeom, yang mengalami banyak kekalahan dan konflik internal di dalam negerinya, memilih untuk menyerah. Dengan dicaploknya Baekje oleh Goryeo, Taejo telah berhasil mempersatukan Korea.

-Pemberian kastil-kastil pada kaum bangsawan, diantaranya Kim Soon-shik di Cheongju, Wang Ye, Wang Gyeong, dan Wang Gyu.


Wang Geon adalah seorang raja yang visioner dan seorang negosiator yang handal. Dia lebih memilih jalan diplomasi daripada berseteru dengan musuh-musuhnya dengan tujuan membangun stabilitas Goryeo dan persatuan Semenanjung Korea. Setelah persatuan tercapai, Wang Geon memperlakukan mereka yang pernah menjadi musuhnya dengan baik, seperti misalnya pemberian gelar dan tanah, sehingga mereka rela mengabdi padanya. Dengan demikian terwujud pula stabilitas politik dan keamanan dalam negeri. Dalam bidang politik luar negeri, Taejo menjalin hubungan baik dengan Tiongkok yang saat itu sedang terpecah-belah dalam Zaman Lima Dinasti dan Sepuluh Negara. Walaupun saat itu raja-raja di Tiongkok sedang saling berperang satu sama lain, Taejo mampu membina hubungan dengan mereka dengan menjaga sikap netral dan tidak memihak sehingga mereka pun menghormatinya. Ia juga pernah dua kali mengirim utusan ke Jepang untuk membuka hubungan dagang, namun pihak Jepang menolaknya. 

Taejo mangkat tahun 943 dalam usia 67 tahun. Usai kematiannya, putra-putranya memulai perseteruan panjang satu-sama lain untuk memperebutkan takhta. Perseteruan itu membuat tiga putra-putranya naik takhta sebagai Raja Goryeo secara bergantian akibat saling menjatuhkan satu-sama lain.

Raja Taejo Wang-geon adalah raja yang memerintah di era yang sama dengan Raja Mpu Sindok yang termasyur dari Kerajaan Medang di Indonesia. Beliau juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Kōnstantinos VII Porphyrogennētos dari Kekaisaran Romawi Timur, juga Raja Athelstan dan Raja Edmund dari Wangsa Wessex Inggris. Beliau juga merupakan raja yang memerintah di masa yang sama ketika Prancis dikuasai oleh Wangsa Karolingia, dengan raja-raja saat itu adalah Raja Rudolf (Raoul de France) dan Raja Louis IV d'Outremer.

Aktor Yang Memerankan Raja Taejo Wang Geon


Film dan drama yang berlatarkan pada era Raja Taejo (Wang Geon) adalah Taejo Wang Geon (2000), Wang Geon diperankan oleh aktor Choi Soo Jong, Shine Or Go Crazy (dibintangi oleh Jang Hyuk & Im Jung-hwan), dll. 

Raja Taejo juga merupakan pemimpin dalam video games Korean Empire di Civilization III: Play the World dan Civilization IV: Warlords.






2. Raja Hyejong dari Goryeo 

Raja Hyejong (혜종) lahir pada tahun 912, dengan nama Wang Mu (왕무). Ia dilahirkan lebih dari satu dekade sebelum Goryeo secara resmi didirikan. Ia merupakan putra pertama Raja Taejo dengan istri keduanya, Permaisuri Janghwa, yang dinikahi Raja Taejo ketika bekerja sebagai seorang jenderal Goguryeo Akhir dibawah pimpinan Gung Ye. Pada tahun 943, Hyejong naik tahta diusia 31 tahun setelah kematian ayahnya.

Nama ratunya adalah Ratu Ehwa dari klan Lim di Provinsi Chungcheong. Istri Hyejong yang lain adalah Ratu Hugwangjuwon, dari klan Wang (putri Wang Gyu dan saudari dari para ratu ayahnya, Ratu Gwangju dan Ratu Sogwang) di Provinsi Gyeonggi, Ratu Cheongjuwon, dari klan Kim (putri Kim Geung-ryul) di Provinsi Chungcheong, dan Ratu Aeiju, dari klan Yeon (putri Yeon Ye) di Provinsi Gyeongsan. Artinya, Hyejong dan ayahnya, Raja Wang Geon memiliki mertua yang sama yaitu Wang Gyu, karena ayah dan anak ini menikahi putri-putri Wang Gyu. Putra-putri Hyejong adalah Pangeran Mahkota Heunghwa, Putri Gyeonghwaone, Puteri Jeongheon, Putra Mahkota Je, dan Putri Myeonghye. (Di zaman Dinasti Goryeo, Taeja (태자) atau putra mahkota tidak berarti pewaris tahta. Gelar itu merupakan gelar yang berarti putra kaisar/raja. Gelar Jung-yun (정윤) merupakan gelar untuk pewaris tahta).

Hyejong kekurangan dukungan politik yang kuat karena ibunya berasal dari golongan keluarga yang tidak berpengaruh dan tidak memiliki kekuatan politik apapun. Pada tahun 921, Hyejong diumumkan sebagai Putra Mahkota dan pewaris kerajaan dengan dukungan Jenderal Bak Sul-Hui. Tak lama setelah ia diangkat sebagai Putra Mahkota, Hyejong mengikuti ayahnya Taejo ke medan perang melawan Baekje Akhir dan memainkan peranan penting di dalam sejumlah kemenangan. 

Masa pemerintahan Hyejong diwarnai dengan konspirasi dan pertikaian kekuasaan di antara putra-putra Taejo. Konspirasi pertama dipimpin oleh Pangeran Wang Yo dan Wang So. Mereka adalah putra-putra Taejo dengan istri ketiganya, Permaisuri Sinmyeongsunseong Chungju klan Yu, yang cukup berpengaruh di dalam politik. Menyadari adanya konspirasi yang direncanakan oleh kedua pangeran tersebut, Wang Gyu (ayah mertua Wang Geon dan Hyejong) memperingatkan Hyejong akan hal itu, namun ia juga berencana untuk menempatkan cucunya (Pangeran Mahkota Gwangju) ketika Hyejong tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan konspirasi kedua pangeran. Wang Gyu lalu melakukan pemberontakan dengan mengerahkan tentara dari Gwangju namun pemberontakan ini dapat dipadamkan. Wang Gyu pun dieksekusi. Adik raja, Pangeran Gwangju juga dieksekusi, dan kemungkinan putri-putri Wang Gyu yang menjadi istri-istri Wang Geon (termasuk ibu Pangeran Gwangju) juga meninggal setelah pemberontakan ini, entah dieksekusi atau bunuh diri.

Karena tekanan stress, Hyejong wafat pada tahun 945 di usia yang baru 33 tahun. Dia hanya memerintah selama 2 tahun. Konon kematian Hyejong disebabkan oleh wabah penyakit, namun banyak sejarawan yang berpendapat bahwa ia kemungkinan dibunuh oleh saudara tirinya, Wang Yo karena Pangeran Wang Yo naik tahta lewat seleksi resmi istana dan bukan atas wasiat Hyejong.

Raja Hyejong adalah raja yang memerintah di era yang sama dengan Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Medang di Indonesia. Beliau juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Kōnstantinos VII Porphyrogennētos dari Kekaisaran Romawi Timur, juga Raja Edmund dari Wangsa Wessex Inggris. Beliau juga merupakan raja yang memerintah di masa yang sama ketika Prancis dikuasai oleh Wangsa Karolingia, dengan rajanya saat itu adalah Raja Louis IV d'Outremer.

Aktor yang memerankan Raja Hyeojong


Sedikit sekali drama atau film yang menceritakan tentang Hyejong sebagai tokoh utama, namun dia sering muncul dalam drama atau yang menceritakan tentang ayahnya, Wang Geon, dan adiknya Wang So (Raja Gwangjong). Hyejong muncul dalam drama "Time Slip: Ryo" (atau "Scarlet Heart: Ryo) yang dibintangi oleh Lee Joon-gi, IU, Kang Haneul, Hong Jong-hyun, dan beberapa aktor ternama lainnya.





3. Raja Jeongjong I

Raja Jeongjong dari Goryeo (정종) lahir pada tahun 923 dengan nama Wang Yo (왕요), dan hanya bertahta selama 3 tahun (946–949). Ia merupakan putra ketiga Raja Taejo dan Permaisuri Sinmyeongsunseong yang merupakan putri seorang bangsawan dari wilayah Chungju, Yu Geung-dal. Jeongjong diangkat menjadi Raja Goryeo saat berusia 23 tahun.

Jeongjong naik ke atas tahta setelah saudara tirinya Kaisar Hyejong, dan berniat untuk mengurangi kekuasaan atas keluarga iparnya, termasuk Wang Gyu dan Park Sul-hui. Namun karena kekurangannya dukungan dari para elit politik, secara substansial ia tidak mampu memperkuat tahta. Dia memiliki dua orang ratu kakak beradik, putri-putri dari Park Young-gyu, bangsawan dari Jeolla, yaitu Ratu Mungong, dan Ratu Munseong. Selirnya adalah Selir Cheongjunamwon, putri Kim Geung-ryul (yang juga merupakan mertua dari Raja Hyejong karena putrinya, Ratu Cheongjuwon menikah dengam Hyejong). Jeongjong hanya memiliki seorang putra yaitu Pangeran Gyeongchuwon dari Permaisuri Munseong. Meskipun merupakan saudara kandung, namun Jeongjong tidak akur dengan saudaranya, Wang So (Raja Gwangjong).


Peristiwa-peristiwa pada jamannya adalah:

-Pemberian 70.000 karung biji-bijian oleh Raja dari gudang kerajaan untuk mendukung Buddhisme di dalam negara (tahun 946)

-Pada tahun 947, Raja memerintahkan untuk mengkonstruksi benteng di Pyongyang sebagai ibukota negara Barat. Raja ingin memindahkan ibukota dari Gaegyeong kesana, namun tidak berhasil.

-Raja Jeongjong membentuk gabungan militer 300.000 orang pasukan untuk menghadapi Khitan. Goryeo membangun benteng-benteng di wilayah barat laut perbatasan dan meningkatkan pertahanan di wilayah Pyongan dan Hamgyong.

-Pembantaian kubu oposisi yang terdiri dari Wang Gyu (mertua Raja Wang Geon dan Raja Hyejong), dan Park Sul-hae (penasehat raja Hyejong).


Ia wafat pada tahun 949, dalam usia muda, 26 tahun. Ia digantikan oleh saudara kandung-nya, Pangeran Wang So. Para sejarawan sangat meyakini bahwa Jeongjong meninggal karena dibunuh oleh Gwangjong sebab hubungan mereka sangat tidak akur.

Raja Jeongjong adalah raja yang memerintah di era yang sama dengan Raja Mpu Sindok dan Raja Sri Isyana Tunggawijaya dari Kerajaan Medang di Indonesia. Beliau juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Kōnstantinos VII Porphyrogennētos dari Kekaisaran Romawi Timur, juga Raja Eadred dari Wangsa Wessex Inggris. Beliau juga merupakan raja yang memerintah di masa yang sama ketika Prancis dikuasai oleh Wangsa Karolingia, dengan rajanya saat itu adalah Raja Louis IV d'Outremer.


Aktor Yang Memerankan Raja Jeongjong I

Jarang ada drama atau film yang menceritakan tentang Jeongjong sebagai tokoh utama, namun dia sering muncul dalam drama atau yang menceritakan tentang ayahnya, Wang Geon, dan adiknya Wang So (Raja Gwangjong). Hyejong muncul dalam drama "Shine or Go Crazy" dan "Time Slip: Ryo" (atau "Scarlet Heart: Ryo) yang dibintangi oleh Lee Joon-gi, IU, Kang Haneul, Hong Jong-hyun, dan beberapa aktor ternama lainnya.





4. Raja Gwangjong dari Goryeo

Raja Gwangjong (광종/光宗) lahir pada tahun 925 dengan nama Wang So (왕소/王昭). Ia adalah putra keempat Raja Taejo dan Permaisuri Sinmyeongsunseong, dan merupakan saudara kandung dari Raja Jungjong I. Dia diangkat menjadi Raja Goryeo pada bulan Maret 949, diusia 24 tahun. Dia adalah raja Goryeo yang paling terkenal setelah Raja Gongmin dan Raja Taejo-Wang Geon.

Gwangjong menikahi saudari tirinya sendiri dan mengangkatnya menjadi permaisurinya, yaitu Permaisuri Daemok (putri ayahnya, Raja Taejo dengan Permaisuri Sinjeong, dan adik kandung dari Wang Wook/Daejong Wook). Dia juga mengambil keponakannya sebagai selir, yaitu Selir Gyeonghwagung. Meskipun Gwangjong membunuh beberapa saudaranya, namun dia membiarkan adik-adiknya, Daejong Wook dan Ahnjong tetap hidup. Dia juga menjalin hubungan yang sangat baik dengan adik bungsunya, Wang Jung dan menganugerahi Wang Jung dengan gelar Moonwon Jung Daewang (artinya raja besar Moonwon Jung), sehingga Wang Jung lebih dikenal dengan nama Pangeran Besar Moonwon.

Banyak perubahan terjadi di Goryeo ketika Gwangjong naik tahta. Awalnya ia bersifat pasif terhadap para nobel, namun kemudian dia menjadi represif dan mengambil kekuasaan penuh. Choi Seung-Ro menyatakan bahwa masa pemerintahannya dapat dibagi menjadi 3 bagian. Pertama adalah periode meraba-raba (949-955), kedua adalah periode meningkatkan kekuasaan (955–959), dan yang terakhir adalah periode pembersihan (959–975). Pada tahap awal Goryeo, terdapat sindikasi klan-klan yang berkuasa. Selain itu banyak dari klan mereka merupakan dukungan kekuasaan baginya. Tidak mudah untuk menguatkan kekuasaan dan ia mulai mencari cara untuk meningkatkan kekuasaannya. Ia belajar bagaimana untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan membaca zhenguanzhengyao. Ia mendapat dukungan publik dengan mendukung Buddhisme. Fokus dari reformasinya merupakan peningkatan kekuasaan kaisar. Ia mulai menyisihkan klan-klan yang berkuasa dari istana Goryeo. Ia membawa Ssang Gi dan menaturalisasi orang-orang dari China ke dalam istananya dan memulai reformasi agresif. 

Banyak sekali peristiwa yang terjadi pada jamannya, peristiwa-peristiwa yang populer adalah:

-Hukum emansipasi perbudakan (노비안검법) diciptakan dan diterapkan oleh raja pada tahun 958, namun ditentang oleh Ratu Daemok. Hukum ini membebeaskan tawanan perang yang dijadikan budak dan diberikan hak yang sama dengan warga Goryeo serta hak memberikan pendapat jika tawanan tersebut adalah seorang bangsawan.

-Pada tahun 951, Pangeran Heunghwa (Putra Wang Mu/Raja Hyejong) dan Pangeran Gyeongchunwon (Putra Wang Yo/Raja Jeongjong I) dieksekusi mati dengan tuduhan terlibat pemberontakan melawan raja.

-Penerapan layanan pemeriksaan sipil nasional (Gwageo) pada tahun 958. Gwageo adalah sistem ujian nasional yang mulai diterapkan pada masa Dinasti Goryeo dan dilanjutkan oleh dinasti Joseon. Gwageo ditujukan untuk memilih orang-orang berkualitas untuk menduduki posisi penting dalam pemerintahan berdasarkan bakat, kecakapan dan pengetahuan kandidat tanpa memandang garis keturunan keluarga. Dengan cara ini pengaruh politik bangsawan mulai dikurangi dan sekaligus otoritas kerajaan diperkuat. Layanan pemeriksaan sipil nasional membantu istana Goryeo melengkapi wajah-wajah baru dan mengeluarkan orang-orang dari klan yang berkuasa.

- Pangeran Hyeo-eun/Wang Won (adik raja) dihukum mati karena dengan tuduhan pengkhianatan pada raja.

-Pada tahun 962, Goryeo mulai bersekutu dengan Song dan menerapkan kebijakan ekspansi utara.

- Putra mahkota (calon Raja Gyeongjong) diadili oleh raja sendiri dengan tuduhan pengkhianatan pada raja, dan hampir dihukum mati.

- Pada bulan November 969, Pangeran Wang Wook/Daejong Wook meninggal dunia diusia muda. Beliau adalah adik-tiri Raja Gwangjong sekaligus ipar raja. 


Meskipun memerintah dengan tangan besi, namun Gwangjong adalah raja yang cakap dan memiliki perhatian yang besar pada rakyatnya. Beliau sangat membenci sistem kasta yang rumit dan sangat mendukung persamaan hak. Itulah mengapa beliau merevisi hukum baru mengenai budak dimana para budak dapat memiliki hak untuk menyatakan pendapat pada kerajaan. Meskipun hukum ini ditentang oleh ratunya sendiri namun Gwangjong tetap menerapkan hukum tersebut.

Raja Gwangjong wafat pada bulan Mei 975 akibat suatu penyakit serius. Ia wafat pada usia 50 tahun setelah memerintah selama 26 tahun, dan digantikan oleh putranya, Raja Gyeongjong.

Raja Gwangjong adalah raja yang memerintah di era yang sama dengan Raja Sri Isyana Tunggawijaya dan Raja Makutawangsawardhana dari Kerajaan Medang di Indonesia. Beliau juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Kōnstantinos VII Porphyrogennētos, Kaisar Nikēphoros II Phōkas, dan Kaisar Iōannēs I Tzimiskēs dari Kekaisaran Romawi Timur; juga Raja Eadred, Raja Eadwig, dan Raja Edgar dari Wangsa Wessex Inggris. Beliau juga merupakan raja yang memerintah di masa yang sama ketika Prancis dikuasai oleh Wangsa Karolingia, dengan raja-rajanya saat itu adalah Raja Louis IV d'Outremer dan Raja Lothair.



Aktor Yang Memerankan Raja Gwangjong


Gwangjang termasuk raja Goryeo yang paling diceritakan dalam film dan drama selain Raja Taejo-Wang Geon dan Raja Gongmin. Drama yang menceritakan tentang dirinya adalah drama "Shine or Go Crazy" (diperankan oleh Jang Hyuk), "Scarlet Heart: Ryeo" atau "Time Slip: Ryo" (diperankan oleh Lee Joon-gi). Dia juga muncul dalam drama-drama yang menceritakan tentang Wang Geon karena dia adalah putra Wang Geon yang paling terkenal dan terlama memerintah Goryeo.




5. Raja Gyeongjong dari Goryeo

Raja Gyeongjong lahir pada tahun 955 dengan nama Wang Yu (왕유/王伷). Ia diangkat menjadi Raja Goryeo menggantikan ayahnya pada tahun 975, diusia 20 tahun. Ia merupakan putra tertua Gwangjong dari Permaisuri Daemok, dan diangkat sebagai Putra Mahkota ditahun yang sama dengan tahun kelahirannya. Dalam catatan sejarah China, ia dikenal dengan nama Raja Jangmin (장민/長民). Uniknya, Gyeongjong adalah cucu Raja Taejo, baik dari garis ayahnya dan juga dari garis silsilah ibunya, karena ayah dan ibunya adalah saudara tiri.

Gyeongjong memiliki beberapa orang ratu yang semuanya adalah saudara sepupunya (sesama cucu/cicit Raja Wang Geon). Permaisuri pertamanya adalah Ratu Heon-sook dari klan Kim (putri dari Kim-bu/Raja Silla dengan Putri Nakrang (putri Wang Geon dan adik Gwangjong)), lalu kemudian dia juga menikah dengan Ratu Heon-ui (putri dari pamannya, Wang Jung/Pangeran Besar Munwon Jeong dengan istri dari klan Yoo), Ratu Heonae (Putri dari pamannya, Daejong Wook dengan istri dari klan Hwangbo), Putri Heon-jeong (putri dari pamannya, Daejong Wook dengan istri dari klan Hwangbo), dan Ratu Daemyeong (putri dari pamannya, Putra Mahkota Wonjang dari istri dari klan Ryu).

Menurut Goryeo-sa ia menghindari politik dan kerajaan dan lebih memilih menghabiskan waktunya dengan rakyat jelata. Namun, dia melakukan banyak hal diwaktu pemerintahannya yang relatif singkat, diantaranya:

-Membuat Jeonsigwa (sistem alokasi tanah)

-Menghapus hukum emansipasi budak

-Memberikan keadilan pada keturunan dari kubu loyalis ayahnya (Raja Gwangjong) yang justru dibantai oleh ayahnya sendiri, dengan memulihkan nama baik mereka dan memulihkan keluarga mereka.

-Membebaskan tahanan politik dan memulangkan para tokoh dan bangsawan yang diasingkan.

-Pemberian lahan pertanian bagi para keluarga pendiri Kerajaan Goryeo dan orang-orang yang membantu kakeknya, Raja Wang Geon saat mendirikan Goryeo.

- Pada tahun 976, Paman-paman raja, Pangeran Won-nyeong dan Pangeran Hyosung dihukum mati oleh raja dengan tuduhan pemberontakan. Paman-pamannya ini adalah loyalis Raja Gwangjong.

-Memperkuat hubungan dengan para bangsawan Silla dengan menempatkan para bangsawan Silla diposisi strategis dalam pemerintahan karena orang-orang Silla terkenal dengan kepandaian administrasi pemerintahan. Namun, dia memperlemah posisi ayah mertuanya (Kim Bu) untuk mencegah kebangkitan Kerajaan Silla dan pemberontakan dari klan lain.


Gyeongjong hanya memerintah selama 6 tahun. Ia wafat pada tahun 981 diusia yang masih muda, 26 tahun dan digantikan oleh saudara sepupunya.

Raja Gyeongjong adalah raja yang memerintah di era yang sama dengan Raja Makutawangsawardhana dari Kerajaan Medang di Indonesia. Beliau juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Basil II dari Kekaisaran Romawi Timur; juga Raja Edward dan Raja Ethelred dari Wangsa Wessex Inggris. Beliau juga merupakan raja yang memerintah di masa yang sama ketika Prancis dikuasai oleh Wangsa Karolingia, dengan rajanya saat itu adalah Raja Lothair.


Aktor yang memerankan Raja Gyeongjong


Raja Gyeongjong sempat muncul di drama Empress Cheonchu.




6. Raja Seongjong dari Goryeo 

Raja Seongjong (성종) lahir pada tahun 960 dengan nama Wang Chi (왕치). Ia diangkat menjadi Raja Goryeo pada tahun 981, diusia 21 tahun. Ia merupakan putra kedua Daejong Wook (putra ke-8 Raja Taejo). Ketika ia menjadi raja, ia menganugrahi ayahnya gelar Raja Daejong, meskipun ayahnya tidak pernah menjadi raja. Setelah Raja Gyeongjong wafat, Seongjong menjadi calon raja terkuat, karena ia adalah keturunan langsung Raja Taejo. Ia adalah cucu Raja Taejo, dan keponakan dari Raja Gwangjong (karena ayahnya adalah saudara tiri Raja Gwangjong) dan Permasuri Daemok (karena ayahnya adalah saudara kandung Permaisuri Daemok), dengan demikian Seongjong adalah sepupu Raja terdahulu, Raja Gyeongjong, dari sisi ayah Gyeongjong dan ibu Gyeongjong, dan merupakan keturunan Taejo dari pihak ayah dan ibunya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi dijamannya adalah:

-Pendirian sistem 12 mok pada tahun 983. 12 mok adalah sebuah divisi administrasi yang berlaku hampir diseluruh periode Goryeo selanjutnya, yang didirikan oleh Seongjong sebagai upaya Seongjong mereformasi Goryeo dan membuat fondasi kuat bagi Konfusianisme. Ia juga mengirimkan para pelajar ke setiap mok untuk mengawasi pendidikan lokal. Hal ini dimaksudkan terutama sebagai cara untuk mengintegrasikan aristokrasi negara ke dalam sistem birokrasi baru.

-Pangeran Daeryang (putra Ahnjong Wook dan calon Raja Hyeonjong) dikirim ke pengasingan secara rahasia oleh raja, demi keselamatan pangeran.

-Pendirian Universitas Kerajaan Gukjagam pada tahun 992. Ini adalah semacam Universitas Sungkyunkwan di-era Joseon yang termasyur itu. Sekolah ini mengajarkan pendidikan tentang ajaran Konfusianisme dan berbagai mata pelajaran seperti sejarah dan sastra. Mata pelajaran ini merupakan bagian yang diujikan dalam sistem ujian nasional Gwageo.

-Awal perang panjang Kerajaan Goryeo dengan Bangsa Khitan, yang dimulai pada tahun 993, saat Khitan melancarkan serangan ke perbatasan barat laut Goryeo dengan 800 ribu pasukan. Ini merupakan Invasi Bangsa Khitan yang Pertama. Menteri Seo Hui dengan sukarela bernegosiasi langsung dengan Jenderal Khitan Xiao Sunning. Menteri Seo Hui berhasil melobi Pemimpin Khitan untuk menetapkan wilayah mulai dari Sungai Yalu menjadi wilayah Goryeo. Manuver Seo Hui yang cemerlang menggarisbawahi pemahaman yang benar dari kedua situasi internasional kontemporer dan posisi dari Goryeo di wilayah ini.

-Berakhirnya aliansi Kerajaan Goryeo dengan Dinasti Song di China sebagai bagian dari kesepakakatan dengan Bangsa Khitan. Namun diam-diam Goryeo masih mengadakan hubungan dengan Song, serta semakin memperkuat posisi dengan membangun benteng-benteng wilayah teritori barunya.

-Ahnjong Wook/Pangeran Baek-ah wafat pada tahun 996 di pengasingan.


Seongjong wafat pada tahun 997 diusia 37 tahun setelah memerintah Goryeo selama 16 tahun. Seongjong digantikan oleh keponakannya, Raja Mokjong.

Raja Seongjong adalah raja yang memerintah di era yang sama dengan Raja Makutawangsawardhana dan Raja Dharmawangsa Teguh dari Kerajaan Medang di Indonesia. Beliau juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Basil II dari Kekaisaran Romawi Timur; juga Raja Ethelred dari Wangsa Wessex Inggris. Beliau juga merupakan raja yang memerintah di masa yang sama ketika pada era akhir Wangsa Karolingia menguasai Prancis, dengan raja-rajanya saat itu adalah Raja Lothair dan Raja Louis V.


Aktor yang memerankan Raja Seongjong


Era Raja Seongjong menjadi latar dalam drama Empress Cheoncu.





7. Raja Mokjong dari Goryeo

Raja Mokjong (목종) lahir tahun 980, dengan nama Wang Song (왕송). Ia diangkat menjadi Raja Goryeo pada tahun 997, di-usia 17 tahun. Dia adalah putra dari Raja Gyeongjong dengan Ratu Honae (atau populer dengan nama Ratu Dowager Cheonchu).

Mokjong menjadi raja saat Goryeo baru saja mendapat serbuan dari bangsa Khitan. Eranya juga diwarnai oleh beberapa pemberontakkan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya sendiri. Peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dijamannya adalah:

-Pemberontakkan pejabat sarjana Kim Chi-Yang. Kim Chi-Yang membakar habis istana kerajaan, mengancam untuk membunuh raja dan merebut kekuasaannya, Raja Mokjong memanggil Jenderal Gang Jo ke ibukota kota Kaesong. Jenderal Gang Jo segera mengeksekusi Kim Chi-Yang dan para pengikutnya.

-Reformasi Jeonsigwa (sistem alokasi tanah) oleh Raja Mokjong.

-Pemberontakan yang dilakukan oleh ibunya sendiri, Permaisuri Honae (Ratu Dowager Cheonchu), untuk menggulingkan Mokjong dari takhta.

-Pemberontakkan Jenderal Gang Jo. Musuh-musuh Gang Jo menyebarkan gosip bahwa jenderal tersebut berencana untuk mengambil alih pemerintahan untuk dirinya sendiri. Gosip-gosip tersebut sampai ke telinga kaisar dan ia berencana untuk membunuh Gang Jo. Gang Jo mendengar konspirasi itu dan meragukan kaisar, dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang dan membunuh seluruh musuhnya termasuk Raja.


Dalam peristiwa pergolakan yang dikelilingi oleh rencana pemberontakan, Mokjong digulingkan oleh Jenderal Gang Jo dan diasingkan ke Chungju. Namun ia dibunuh sebelum tiba disana. Mokjong wafat pada tahun 1009, diusia 29 tahun. Makam Mokjong dikenal sebagai Gongneung namun lokasinya yang sekarang tidak diketahui. Kelak Jendral yang meng-kudeta Mokjong, Jendral Gang Jo, juga terbunuh oleh Bangsa Khitan saat perang Goryeo-Khitan.

Mokjong memerintah Goryeo selama 12 tahun, dan digantikan oleh pamannya, Raja Hyeonjong.

Raja Mokjong adalah raja yang memerintah di era yang sama dengan Raja Dharmawangsa Teguh dari Kerajaan Medang di Indonesia. Beliau juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Basil II dari Kekaisaran Romawi Timur; juga Raja Ethelred dari Wangsa Wessex Inggris. Beliau juga merupakan raja yang memerintah di era pergantian dinasti di Prancis dengan raja-rajanya yaitu Raja Louis V dari Wangsa Karolingia yang digantikan oleh Raja Hugues Capet dan putranya yang saleh, Raja Robert II dari Wangsa Capet.


Aktor yang memerankan Raja Mokjong


Raja Mokjong diceritakan dalam drama "Empress Cheonchu", yang berfokus pada kisah ibunya. Ia juga diceritakan dalam novel "The Iron Empress" karya Kang Byung-sang yang juga berfokus pada kisah ibunya.




8. Raja Hyeonjong dari Goryeo

Raja Hyeonjong (현종) lahir pada tahun 992 dengan nama Wang Sun (왕순). Ia adalah cucu dari Raja Taejo. Ayahnya adalah Wang Wook/Pangeran Baek-ah/Raja Ahnjong Wook (gelar yang diberikan oleh Hyeonjong pada ayahnya ketika ia menjadi raja). Ibunya adalah mantan Ratu Heonjong (Ratu keempat Raja Gyeongjong dan adik kandung Raja Seongjong dan Ratu Daemok). Ahnjong Wook merupakan putra ke-13 Raja Taejo dari Permaisuri Sinseong (seorang putri bangsawan Silla). Beliau menikah dengan istri pertamanya, namun setelah keponakannya (Raja Gyeongjong) meninggal, Ahnjong Wook menjalin hubungan dengan janda Ratu Heonjong. Mantan Ratu Heonjong pun mengandung anak dari Ahnjong. Anak dari mantan Ratu Heonjong dan Pangeran Ahnjong ini adalah laki-laki dan diberi nama Wang Sun. Sayangnya, mantan Ratu Heonjong meninggal saat bersalin. Raja Seongjong lalu memerintahkan Wang Sun dibawa ke istana, sedangkan ayahnya, Ahnjong Wook diasingkan. Orang-orang terdekat Raja Seongjong meminta agar Raja Seongjong membunuh Wang Sun namun Seongjong menolak karena menganggap Wang Sun adalah putra tunggal adiknya. Wang Sun lalu dirawat oleh dayang pengasuh yang ditunjuk oleh Seongjong dan bertanggung-jawab langsung pada Raja Seongjong. Seongjong lalu memberi nama kerajaan pada Wang Sun, yaitu Putra Mahkota Daeryang. Namun, saudari Seongjong (Ratu Dowager Cheonchu) tidak menyukai keberadaan Pangeran Daeryang. Ratu berulang kali meminta agar Seongjong membunuh Pangeran Daeryang namun Seongjong menolak. Hingga akhirnya, pada suatu waktu Seongjong mengunjungi kamar Pangeran Daeryang dan saat melihatnya, sang pangeran kecil pun memanggil "ayah... ayah..."

Raja Seongjong sangat terharu mendengarnya. Raja Seongjong lalu mengirim pangeran Daeryang keluar dari istana, dan meminta orang-orangnya membunuh sang pangeran, dan menyampaikan kabar tersebut pada Ratu Daemok. Namun, sebenarnya secara diam-diam Raja Seongjong mengirim Pangeran Daeryang ke tempat lain. Demi keselamatan sang pangeran, Seongjong mengirim Pangeran Daeryang ke tempat pengasingan ayahnya, Pangeran Ahnjong Wook. Raja Seongjong meminta pamannya itu agar menjauhkan Pangeran Daeryang dari kehidupan istana. Ahnjong Wook akhirnya menghabiskan masa tuanya bersama dengan putra tunggalnya hingga beliau wafat pada bulan Juli 996. Ahnjong Wook menjadi Putra Taejo yang paling lama hidup. Dengan tidak disangka-sangka, baik Raja Seongjong dan Raja Mokjong meninggal tanpa memiliki pewaris yang sah. Akhirnya Pangeran Daeryang pun diangkat menjadi raja Goryeo dengan nama, Raja Hyeonjong.

Hyeonjong naik tahta pada tahun 1009, diusia 17 tahun. Ia ditunjuk oleh Diktator Gang Jo menggantikan Raja Mokjong yang telah tewas dibunuh sang diktator. Meskipun usianya lebih muda dari raja terdahulu, Raja Mokjong, namun dari garis ayah, dia merupakan paman dari Mokjong. Hyeonjong merupakan salah satu raja besar dan terkenal dari Goryeo. Dia berhasil melalui perang dengan baik dan memenangkan banyak perang. Walaupun ayahnya tidak pernah menjadi raja, namun para raja Goryeo setelahnya berasal dari garis keturunan Hyeonjong.

Peristiwa dan prestasi-prestasi pada jamannya adalah:

-Pemimpin Khitan, Kaisar Shengzong, menyerang Goryeo di musim gugur tahun 1010 dengan 400,000 orang pasukan. Ini merupakan invasi bangsa Khitan yang kedua. Khitan saat itu telah mendirikan Dinasti Liao di Tiongkok. Invasi ini terjadi saat adanya konflik dalam tubuh pemerintahan. Jenderal Gang Jo yang memimpin sebuah kudeta yang menggulingkan dan membunuh Kaisar Mokjong dan memulai peraturan militer, dan menghancurkan hubungan damai dengan Bangsa Khitan. Bangsa Khitan menganggap kesempatan mereka telah datang untuk menyerang Goryeo. Jendral Gang Gam-chan mendesak Raja Hyeonjong untuk melarikan diri dari istana, dan tidak menyerahkan diri kepada pasukan musuh. Kaisar menuruti saran Gang, dan berhasil melarikan diri dari ibukota yang terbakar itu. Raja Hyeonjong terpaksa berlindung ke kota pelabuhan Naju. Namun Goryeo memukul mundur serangan Bangsa Khitan. Takut akan serangan balik yang lebih besar, Khitan menarik mundur pasukannya. 

-Kematian Jendral Gang Jo dalam pertempuran dengan Bangsa Khitan pada tahun 1010. Pasukan Khitan semapt kalah di kota Ui-Ju, yang diawasi Jenderal Yang Gyu. Kemudian, Pasukan Khitan akhirnya menuju ke kota Tong-Ju, dimana Jenderal Gang Jo dan 30,000 pasukan Goryeo menunggu dan melakukan serangan mendadak di jalan yang sempit yang akan dilewati oleh pasukan Khitan, pasukan Khitan terpaksa mundur dan 10,000 mati di dalam serangan mendadak itu. Pasukan Khitan mengadakan serangan lain di kota Tong-Ju mengalami kekalahan besar dengan jumlah korban yang besar. Komandan Khitan memimpin sisa-sisa dari pasukannya yang hancur dan memimpin serangan yang lainnya ke kota, dengan Gang Jo sebagai sasaran utamanya, namun pasukan Khitan dikalahkan untuk yang ketiga kalinya, dan terpaksa mundur sekali lagi. Dalam satu kesempatan yang terakhir, pasukan Khitan datang menyerang sekali lagi, namun kali ini Jenderal Gang Jo tidak melancarkan serangan, melainkan sedang bermain Badok dengan salah satu letnannya, karena berpikir bahwa kemenangan akan berada di tangannya. Hal ini akhirnya mengakibatkan kematiannya sendiri. Pasukan Khitan menembus pertahanan kota dan menangkap Jenderal Gang. Jenderal Gang menolak untuk menyerah kepada Kaisar Khitan, yang akhirnya mengeksekusi Jenderal Gang.

-Perang Heunghwajin pada tahun 1018. Jenderal Khitan, Xiao Baiya, memimpin sebuah ekspedisi ke Goryeo dengan 208,000 pasukan. Jendral Gang Gam-chan menganjurkan agar raja mengumumkan perang melawan Khitan, karena pasukan musuh lebih kecil jumlahnya dibandingkan dengan jumlah sebelumnya. Jendral Gang Gam-chan dengan sukarela mengajukan dirinya untuk berperan sebagai wakil menteri perang selama perang berlangsung, pada usia 71 tahun. Ia memimpin sekitar 100,000 orang pasukan menuju perbatasan Goryeo-Liao (Khitan). Goryeo menghalangi sungai dan menghancurkan dam ketika Bangsa Khitan menyeberanginya. Namun Jenderal Xiao tidak menyerah dengan harapan dapat merebut ibukota Kaesong, dan melanjutkan perjalanan ke selatan. Kemudian Xiao menyadari bahwa misi tersebut tidak mungkin dicapai, dan memutuskan untuk mundur.

-Perang Kwiju pada tahun 1019. Goryeo menolak untuk mengembalikan wilayah-wilayah utara, sehingga Bangsa Khitan kembali menyerangnya. Para jenderal Goryeo termasuk Gang Gam-chan, berhasil mengakibatkan kekalahan besar Bangsa Khitan. Jenderal Gang Gam-chan mengetahui bahwa Bangsa Khitan mundur dari perang dan menunggu mereka di benteng Gwiju. Pasukan Khitan yang putus asa dan kelaparan berhasil dikalahkan oleh pasukan Goryeo. Hanya Jenderal Xiao dan anak buahnya yang berhasil menyelamatkan diri dari kekalahan besar tersebut. Setelah kekalahan ini, Bangsa Khitan tidak menyerang Goryeo dalam waktu yang lama. Baik Dinasti Liao dan Goryeo menikmati masa kedamaian dan puncak keemasan budaya mereka.

-Hyeonjong sempat memerintahkan konstruksi dari dinding panjang Cheolli Jangseong. Ini adalah kompilasi Tripitaka, yang terdiri dari 6,000 jilid. Ini merupakan ukiran dari blok kayu yang dianggap sebagai cara untuk membawa perubahan di dalam keberuntungan dengan menerapkan bantuan dari Sang Buddha.

-Pada Bulan September 1024, Muslim Arab tiba di Goryeo dan membangun komunitas serta membuka pasar Arab di Goryeo sebagai hasil dari kebijakan politik Raja Hyeonjong yang membuka hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan Arab.



Hyeonjong berhasil melalui masa-masa perang dan pertikaian di istana dengan baik. Ia sempat menikmati masa-masa damai dan era keemasan budaya Goryeo. Ia wafat diusia 45 tahun, pada tahun 1031, tahun yang sama dengan tahun kematian jendral-nya yang paling dipercayainya, Jendral Gang Gam-chan.

Hyeonjong digantikan oleh putranya, Raja Deokjong.

Raja Hyeonjong adalah raja yang memerintah di era yang sama ketika Raja Dharmawangsa Teguh dikalahkan oleh pasukan Wurawari atas bantuan dari Kerajaan Sriwijaya sehingga Kerajaan Medang yang dipimpinnya pun runtuh, dan juga pada masa ketika menantu Dharmawangsa Teguh yang berhasil lolos dari maut, yaitu Raja Airlangga yang termasyur mendirikan Kerajaan Kahuripan di Indonesia. Raja Hyeonjong juga memerintah di era yang sama dengan Kaisar Basil IIKaisar Kōnstantinos VIII dari Kekaisaran Romawi Timur, dan hidup di era yang sama ketika terjadi perebutan takhta di Kekaisaran Romawi Timur yang terpecah karena persaingan antara Zoe dan Michael V yang dimenangkan oleh Zoe sehingga Zoe diangkat menjadi Kaisarina bersama dengan adik perempuannya, Theodora. Hyeonjong juga memerintah ketika Dinasti Wessex di Inggris yang saat itu dipimpin oleh Raja Ethelred dan Raja Edmund Ironside runtuh, yang lalu digantikan oleh raja-raja dari bangsa Denmark yang berhasil menguasai Inggris dengan rajanya yang pertama yaitu Raja Sweyn Forkbeard (putra dari Raja Harold Bluetooth), yang digantian oleh Raja Knutt Yang Agung. Raja Hyeonjong juga merupakan raja yang memerintah di era awal Wangsa Capet di Prancis yang dipimpin oleh Raja Robert II.


Aktor yang memerankan Raja Hyeonjong


Raja Hyeonjong sempat mucul dalam drama Empress Cheonchu.



Diteruskan oleh:
Dinasti Goryeo: Waktu dan Peristiwa (Era Damai dan Masa Kemakmuran)
Dinasti Goryeo: Waktu dan Peristiwa (Era Kekacauan Politik)
Dinasti Goryeo: Waktu dan Peristiwa (Era Intervensi Mongol)
Dinasti Goryeo: Waktu dan Peristiwa (Periode Akhir & Keruntuhan Dinasti)

Artikel lain tentang Goryeo:
PUTRA-PUTRA WANG GEON

Artikel lainnya tentang Sejarah Korea:


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ARTIKEL INI DISUSUN DAN DITERBITKAN PERTAMA KALI
OLEH DELEIGEVEN MEDIA

SETIAP ARTIKEL YANG MEMILIKI ISI, SUSUNAN, DAN GAYA PENULISAN
YANG MIRIP DENGAN ARTIKEL INI MAKA ARTIKEL-ARTIKEL TERSEBUT
MENYADUR ARTIKEL INI.

DILARANG KERAS MEMPLAGIAT ARTIKEL INI!

CANTUMKAN LINK LENGKAP ARTIKEL INI DISETIAP KALIMAT YANG ANDA DISADUR DARI ARTIKEL INI. SESUAI UNDANG-UNDANG HAK CIPTA, JIKA MENYADUR/MENG-COPY MINIMAL SEPULUH KATA TANPA MENCANTUMKAN SUMBER DARI KALIMAT ITU (BERBEDA DARI PENCANTUMAN SUMBER DI CATATAN KAKI (FOOTNOTE) MAKA ITU ADALAH TINDAKAN PLAGIARISME.

JIKA ANDA MENYADUR SEBAGIAN BESAR ARTIKEL INI MAKA ANDA HARUS MENCANTUMKAN KALIMAT:
"ARTIKEL INI DISADUR DARI....(LINK ARTIKEL INI) YANG DITERBITKAN OLEH DELEIGEVEN MEDIA",
ATAU:"SUMBER UTAMA DARI SEBAGIAN BESAR INFORMASI ARTIKEL INI DIAMBIL DARI (LINK ARTIKEL INI) YANG DITERBITKAN OLEH DELEIGEVEN MEDIA"  
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Notes (Catatan):

*We strongly recommend all readers to read all the comments below for the other details which not mentioned by this article
(Sangat disarankan bagi para pembaca untnk melihat komentar-komentar artikel ini sebab beberapa komentar membahas rincian informasi yang tidak ditulis dalam artikel ini)

*Get various information about history in ENGLISH by open or follow our Instagram account: @deleigevenhistory(Dapatkan berbagai informasi sejarah dalam bahasa Inggris di akun instagram kami @deleigevenhistory)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Copyrights Story: Deleigeven Media
Copyrights Picture: wikipedia.org (lukisan resmi kerajaan), www.koreandrama.org, oyongwihardjo.wordpress.com, http://english.gwanak.go.kr/www.topicsinkoreanhistory.comfolkency.nfm.go.krSBS, MBC, KBS

Penyusun:
Penulis : Deleigeven
Editor : Juliet
Desain : Deleigeven
Penerbit: Deleigeven Media


Daftar Pustaka:
- History; Lee Byong Won
- The Iron Empress; Kang Byung-sang; Noura Books; Jakarta; 2009
- Homosexuality In Ancient And Modern Korea; Kim Young-gwan, Ahn Sook-ja; 2006
- The Place of Hwarang Among Special Militery Corps of Antiquity; Maurizio Riotto
- The Journal Of The Northeast Asia History; Napoli, Italia; 2012
- The Three Kingdom Of The Ancient Of Korea In The History Of Taekwondo
- Korea Travel Guide; Korea Be Inspired
- Korea Adoption Of An AdaptationTo Chinese Culture Recorded; Moon Hyung-jin, Ho Thi Long An
- Korea Food & Stories; Korea Tourist & Culture Department


Sumber Website:
www.kbs.co.kr

Beberapa paragraf disadur dari:
www.wikipedia.com (dengan beberapa perubahan)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

109 comments:

  1. I am very excited read Korean History from this blog , I hope you will update the information.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Rosalia, Thank you for your visit & appreciation.
      I will always update any information in my blog, especially about history of Korea because there are so many TV dramas about it. My articles about history of Goryeo Dynasty was still a little because the data about the Joseon more easily found than Goryeo, and also books about Korean history is still very infrequent in my country.
      However, I will always update the information as soon as I get new information from various sources.
      I look forward to your next visit. Regard.

      Delete
  2. min, kalo film Memories of the Sword 2015 itu termasuk dalam sejarah goryeo tidak? apa itu cuman cerita yang dibuat penulis filmnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai sdr./i Nova,
      Terima kasih telah berkunjung diblog ini.

      Inti cerita Film "Memories Of The Sword" secara detail mungkin tidak ada dalam sejarah Goryeo, tapi latar sejarah film itu dan beberapa detailnya ada dalam sejarah Goryeo. Saya tidak tahu raja film ini pastinya adalah raja siapa tapi kemungkinan adalah raja Myeongjong. Kita bisa membuat perkiraannya dengan beberapa patokan sesuai yang ada dalam film tersebut, yaitu:
      1.Komunitas Muslim Arab
      2.Beberapa kenyataan tentang Raja (dalam film)
      3.Kekuasaan para pemimpin militer
      4.Kematian raja-raja terdahulu
      5.Rencana pernikahan putri raja

      Mengacu pada telah adanya komunitas Muslim Arab di Goryeo dan bahkan memiliki pasar sendiri, menunjukkan bahwa latar film ini adalah dimulai dari era Raja Hyeonjong & raja-raja setelahnya, dengan kata lain bukan era raja-raja sebelum Raja Hyeonjong karena Muslim Arab baru membuat komunitas di Goryeo pada era Raja Hyeonjong.

      Dalam film juga, ada kalimat dari Jenderal Yi Baek (Lee Byung-hoon) pada raja: "Anda yang tidak pernah meninggalkan istana/ibukota satu-haripun", menunjukkan bahwa latar film ini adalah sebelum era intervensi Mongol (1260-1356) karena pada masa Goryeo menjadi bawahan Mongol (Dinasti Yuan), para calon raja wajib pergi ke China dan di-tahan di istana Mongol. Lagipula, pada era intervensi Mongol memang banyak kudeta tapi suksesi tetap turun ke putra raja sebelumnya (kecuali Raja Chungmok & Raja Chungjeon yang masih kecil saat dikudeta & juga Raja Gongmin). So, tidak mungkin latarnya era Mongol atau sesudah Mongol.
      Era film ini yang paling mungkin adalah era Kekacauan Politik di Goryeo saat Goryeo dikuasai oleh kaum militer (1170-karena dalam film tsb kekuasaan para jenderal sangat tinggi). Sebelum era kekuasaan kaum militer, Goryeo dikuasai oleh kalangan bangsawan kelas sarjana. Latar film ini yang paling mungkin adalah era Raja Myeongjong. Karena Jenderal Yi Baek berkata pada raja: "Ayahmu dibunuh oleh orang yang menempatkan kakakmu diatas tahta, dan orang yang sama juga menurunkan kakakmu dan menempatkanmu diatas tahta." Ini mirip dengan kisah Raja Myeongjong. Ayah Raja Myeongjong, Raja Injong wafat diusia muda (30 tahun) dan digantikan oleh kakak raja Myeongjong, Raja Uijong yang dikudeta oleh kalangan militer.
      Rencana pernikahan Jenderal Yi-Baek/Deuk-gi dengan putri raja (yang sebelumnya akan dinikahi oleh kakak angkat Yi Baek) juga mirip dengan kisah kakak-beradik Jenderal Choi Jeong-hoon dan Jenderal Choi Jeong-soo. Choi Jeong-soo ingin menguasai tahta dengan berencana menikahi putri raja, tapi rencana ini berhasil digagalkan oleh Choi Jeong-hoon dengan membunuh Choi Jeong-soo (mirip dengan cerita di film karena Yi Baek membunuh saudara angkatnya tepat sebelum pengumuman dari raja untuk menikahi putrinya). Kisah pernikahan yang gagal ini terjadi pada awal pemerintahan Raja Myeongjong.
      Kesimpulan saya, walaupun inti cerita film ini fiksi tapi tokoh-tokoh dalam film dan alur ceritanya masih mengikuti alur sejarah Goryeo (walaupun tidak 100%).
      Semoga penjelasannya dapat membantu. Salam.

      Delete
    2. oh.. gitu ya min... saya kira Yi-Baek/Deuk-gi itu jenderal yang memimpin peperangan ke jepang waktu itu... kalo gk salah sih kemaren baca.. lupa nama jendralnya

      Delete
    3. Kayaknya tidak mungkin dia jenderalnya, soalnya jaman raja Myeongjong, Goryeo masih independen. Peperangan dengan Jepang terjadi saat Goryeo sudah menjadi kerajaan bawahan Dinasti Yuan (Mongol) pada masa pemerintahan Kubilai Khan. Jaman intervensi mongol, kekuasaan para jenderal di istana tidak dominan karena istana dikuasai oleh pejabat2 pro mongol dan bermusuhan dengan pejabat2 militer yang nasionalis jadi pejabat2 militer mendapat porsi kecil dalam pemerintahan Goryeo. Sedangkan dalam film ini, para pejabat militer masih sangat berkuasa. Dan lagi, komunitas muslim pada jaman pendudukan mongol yang dominan bukanlah komunitas Muslim Arab tapi Muslim Huihui (Muslim China). Jadi latar film ini tidak mungkin setelah era perang dengan Jepang (yang terjasi pada masa pendudukan Mongol).

      Delete
  3. Min, catatan tentang Wang Wook tidak ada? Kok berbeda kisah seongjong dan Wook? Di shine or go crazy Wook itu 8th prince dan adik kandung hwangbo yeowon yg berselisih dengan Wang So.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai...
      Mengenai Wang Wook, beliau adalah ayah dari Raja Seongjong. Meskipun anaknya menjadi raja namun Wang Wook tidak pernah menjadi raja.
      Setelah Seongjong naik tahta, Seongjong menganugrahi Wang Wook dengan gelar "Daejong/Taejong" sehingga Wang Wook nanti lebih dikenal dengan nama "Daejong Wook". Wang Wook memang merupakan saudara kandung Ratu Daemok karena mereka berdua sama-sama anak-anak Taejo Wang-geon dari Permaisuri Shinjeong yang berasal dari klan Hwangbo (putri dari bangsawan didaerah Hwangju/provinsi Hwanghae yang bernama Hwangbo Jegong). Karena saling berebut pengaruh antar keluarga juga punya basis pendukung yang berbeda, maka Wang Wook memang sering berseteru dengan Wang So.

      Delete
  4. Terima kasih atas jawabannya :D

    Lalu apakah benar diluar ramalan yg diceritakan shine or go crazy bahwa permaisuri shinmyeongsunseong tidak menyukai Wang So sama sekali? Bahkan sepertinya akan terulang juga pada scarlet heart ryeo. Apakah marga asli shinmyeongsunseong adalah Empress Yoo?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Dramaaddict...

      Terima kasih telah berkunjung kembali, maaf bgt karena kami lama menjawab pertanyaan saudara/i..
      Ada buku tentang Goryeo yang pernah saya baca (mungkin jurnal atau hasil penelitian yang dipublish), dan ada beberapa tulisan tentang Goryeo yang juga pernah saya baca. Dari tulisan2 tentang sejarah Goryeo, saya mengambil kesimpulan bahwa karena adanya begitu banyak persaingan di Istana, maka ada konflik antar saudara kandung dan tiri (putra dan putri Wang Geon). Konflik ini bahkan juga antara ibu dan anak kandung. Permaisuri Shinmyeong lebih mendukung putra pertamanya (Wang Yo/Raja Jeongjong). Wang So disini seperti Yi Bang-won, tidak didukung oleh ayahnya dan/atau ibunya. Mungkin karena itu para sutradara drama/film menceritakan Wang So seperti anak yang terbuang/terpinggirkan. Wang So mirip dengan Yi Bang-won, setelah dia menjadi raja maka dia melakukan pembersihan pada pihak oposisi.
      Marga Permaisuri Shinmyeong memang "Yoo", beliau putri dari seorang bangsawan yangbernama Yoo Geum-dal.

      Delete
  5. Wah sangat membantu sekali blog ini😁😁😁 thankss👍

    ReplyDelete
  6. Terima kasih infonya... sangat membantu mengetahui info para pangeran anak2 Taejo.. thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, silahkan berkunjung kembali...
      Salam...

      Delete
  7. terimakasih min. akhirnya rasa penasaranku terjawab sudah. seneng banget bacanya karena penjelasannya sangat mudah dipahami dan tidak berbelit-belit.
    oh ya min, kenapa ya para raja yg memimpin goryeo, rata" tidak berumur panjang? bahkan ada yang wafat diusia yg masih belasan tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, terima-kasih telah berkunjung ke blog ini.
      Mengenai pertanyaan saudara/i, jawabannya ada bermacam-macam. Ada karena sakit, kudeta, dan intervensi dari negara lain.
      Namun, alasan utamanya bisa jadi karena kondisi istana Goryeo tidak se-'damai" Joseon.....
      Memang istana Joseon juga sarat konflik, tapi tidak separah Goryeo. Joseon hanya ada dua kudeta, sedangkan Goryeo lebih dari tiga kali penurunan raja. Joseon hanya mendapat dua invasi besar yang masing-masing invasi berlangsung kurang dari 10 tahun, sedangkan Goryeo pernah diserang secara besar-besaran lebih dari 3 kali yang salah-satunya berlangsung selama 30 tahun.
      Selain itu, beberapa raja juga pernah diturunkan oleh para keluarga diktator yang menguasai Goryeo.
      Konflik-konflik seperti ini yang mungkin membuat rata-rata usia raja-raja Goryeo lebih "pendek" dari raja-raja Joseon.
      Semoga penjelasannya bisa membantu.. Salam.

      Delete
  8. Min, buat raja mokjong, apakah benar bahwa Wang Song adalah anak dari seongjeong dan empress cheonchu? Tidak ada catatan jelas bahkan d wikipedia. Klo berdasar drama empress cheonchu, raja mokjong (wang song) merupakan anak dari Raja Gyeongjong (wang yu) dan Empress cheonchu, bukan seongjeong dan cheonchu? Tolong penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, maaf baru dibalas..
      Mengenai Raja Mokjong, beliau adalah putra dari Raja Gyeongjong dengan Ratu Heonae (nama populernya adalah Ratu Cheonchu). Waktu ayahnya meninggal, Mokjong tidak langsung menjadi raja karena saat itu dia masih bayi.
      Mengenai Mokjong, wikipedia memang tidak membahas tentang kelaurganya, jadi saya mengambil data dari buku The Iron Empress nya Kang Byun-sang.
      Semoga penjelasannya bisa membantu.

      Delete
  9. Baguss bgt kak penjelasannya detail sekali. Terutama yg di comment. Asli membantu banget, jadi tau silsilah korea.Terima kasih kak.. Ohiya kak, raja wang geon menyatukan Tiga Kerajaan itu apa saja ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mr./Ms.
      Terima kasih atas apresiasinya..
      Mengenai Wang Geon, beliau dianggap sebagai pemersatu Semenanjung Korea, walaupun bukan beliau yang memulainya. Penyatuan Semenanjung Korea dimulai oleh Raja Muyeol dari Kerajaan Silla (Kim Chunchu, raja terakhir di drama The Great Queen Seondeok, diperankan oleh aktor Yoo Seung Ho). Raja Muyeol dan putranya, Raja Munmu, dibantu oleh Jenderal Kim Yushin berhasil mempersatukan Tiga Kerajaan (Samguk) di Korea, yaitu Silla, Kerajaan Baekje (kerajaan dalam drama "Gyebaek" dan "The Ballad of Seodong"), dan Kerajaan Goguryeo (Kerajaannya Jumong). Namun, pada kenyataannya saat itu, dan sepanjang berdirinya kerajaan Silla dan keruntuhannya, Korea masih terpecah tiga, yang Kerajaan Silla Bersatu (nama yang diberikan para sejarawan pada Kerajaan Silla setelah menaklukkan dua kerajaan lainnya), Kerajaan Balhae (kerajaan yang didirikan para pengungsi Goguryeo), dan Kerajaan Hu-Baekje (kerajaan yang didirikan para pengungsi Baekje). Kerajaan-kerajaan ini tidak ditaklukkan oleh Silla karena terlalu jauh (Balhae letaknya di utaranya Korea Utara) atau dianggap tidak berbahaya bagi Silla. Nah pada masa pemerintahan Wang Geon, beliau berhasil menaklukkan Silla dan dua kerajaan lainnya, sehingga selain Raja Muyeol dan Jenderal Kim Yushin, Raja Wang Geon juga diakui sebagai tokoh pemersatu semenanjung Korea.
      Mengenai Kerajaan Silla, dapat anda baca mulai dari artikel: Kerajaan Silla
      Semoga penjelasannya bisa membantu. Salam...

      Delete
    2. Woah daebak!😄😄😄 detail sekali penjelasannya. Terima kasih banyak kak. Jadi istilahnya Raja Wang Geon jadi pemersatu kedua setelah dinasti Silla ya.. keren 😊
      iya sy sudah baca, tapi ulasan kakak belum sampai membahas keruntuhan Dinasti Silla ya kak?
      Oh iya, nama sy yunitta salam kenal hehe..

      Delete
    3. Salam kenal juga Yunita, terima kasih telah berkunjung.
      Mengenai kerajaan Silla, masih dalam proses penyusunan ^_^, agak lama soalnya data-datanya sedikit, beda dengan Joseon, (sudah hampir setahun nyusunnya, dari bulan Januari..... T_T )
      Kami akan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin dan selengkap mungkin.....
      ^_^, salam...

      Delete
    4. Iya kak terima kasih kembali 😀
      Oh begitu, kirain sy ngga bisa nemu tulisannya. Kebetulan sy ambil makul sejarah, tertarik sekali dgn sejarah asia timur😊 Baik kak, semangat ya nyusunnya semoga dilancarkan & dimudahkan. Segera selesai. Amin 😇 Hwating!!

      Delete
    5. Oh ngambil sejarah ya? Wah keren..
      Oya, kalau saudari tertarik mengetahui sejarah anak-anak Wang Geon, dapat saudari baca lebih lengkap di: PUTRA-PUTRA WANG GEON
      Semoga artikelnya bisa membantu...

      Delete
  10. Lagi terpanggil buat nyari2 info goryeo gara2 scarlet heart, ketemu blog ini rasanya senang sekali 😄 sangat sangat membantu 😊
    Btw, admin bolehkah saya bertanya?
    Kalau kisah di scarlet heart: ryeo itu benar2 sesuai dengan sejarah goryeo atau hanya fiksi saja?
    Katanya juga pangeran ke 4 (wang so) membunuh keseluruh saudara2nya. Benar ga admin?
    Makasih sebelumnya....😊😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Sdr./i Gua Nam...

      Mengenai Scarlet Heart Ryeo, sejauh ini (selain munculnya IU dari masa depan) masih sesuai sejarah. Karakter tokoh-tokohnya juga.
      Ada cukup banyak tulisan mengenai putra-putra Taejo, jadi tidak terlalu sulit menilai apakah karakter dalam drama/film itu sesuai sejarah atau tidak.

      Wang So (Raja Gwangjong), karakter dan sejarahnya mirip sekali dengan Yi Bang-won (Raja Taejong dari Joseon). Keras, otoriter, jago beladiri, dan "kejam", karena membantai semua oposannya, termasuk keluarga dan saudara-saudaranya sendiri, tapi tidak semua saudara-saudaranya dibunuh oleh Wang So. Ada yang meninggal karena sakit, ada yang tetap hidup karena tidak berambisi menjadi raja.

      Wang Mu/Raja Hyejong (pengganti Taejo Wang Geon) juga agak mirip dengan Raja Jeongjong (Pengganti Taejo Yi Seong-gye dari Joseon), yaitu seorang putra mahkota yang bijak dan hatinya lebih lembut dari pada adik-adiknya, tapi dia bukan seseorang yang siap mewarisi tahta Goryeo karena pendukungnya sangat sedikit.

      Wang Yo/Raja Jeongjong (Pengganti Hyejong) juga adalah pangeran yang sangat ambisius, mirip dengan Wang So namun karena Wang So memerintah cukup lama maka Wang So terlihat lebih kejam dan otoriter. Kelak, putra-putra Wang Yo akan dibantai oleh Wang So.

      Wang Wook/Daejong Wook adalah pangeran yang pandai. Meskipun sering tidak cocok dengan Wang So karena Wang So berbeda kubu dengan kubu ibunya Wang Wook, namun Wang Wook adalah pangeran yang lebih bijak dan tidak mengincar tahta. Karena Wang Wook berasal dari kubu yang kuat dan berpengaruh maka putra Wang Wook selamat dari segala pembersihan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya. Putranya kelak menjadi raja Goryeo pengganti Raja Gyeongjong (putranya Wang So). Nama putra Wang Wook ini adalah Raja Seongjong.

      Wang Wook/Pangeran Baek-ah/Ahnjong Wook adalah pangeran yang sulit dilacak infonya. Mungkin itu sebabnya dia digambarkan sebagai pangeran yang lebih pendiam dan lebih tenang dibandingkan saudara-saudaranya. Baek Ah adalah pangeran yang tenang dan jauh dari tahta. Itu sebabnya putra dan keturunan Baek Ah tidak dibantai oleh Wang Yo dan Wang So saat mereka menjadi raja Goryeo, demikian juga saat keponakan-keponakannya menjadi raja. Karena itu, putra Baek Ah selamat dari segala pembersihan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya dan kelak menjadi raja Goryeo pengganti Raja Mokjong (cucunya Wang So).
      Meskipun tidak pernah menjadi raja, namun setelah semua saudaranya meninggal, keturunan Baek Ah lah yang menjadi raja-raja Goryeo hingga kerajaan ini runtuh (dimulai dari putranya, Raja Hyeonjong, hingga raja terakhir Goryeo, Raja Gongyang).

      Wang Jung, dia adalah pangeran yang dekat dengan Wang So dan bisa dibilang adik kesayangannya Wang So. Nanti anak-anak Wang So dan Wang Jung ini dinikahkan. Wang Jung ini dalam sejarah lebih dikenal dengan nama Pangeran Besar Moonwon. Gelarnya ini diberikan sendiri oleh Wang So. Dia pangeran yang pintar tapi tidak mengincar tahta.

      Wang Won lebih dikenal dengan nama Pangeran Besar Hyoeun. Dia ini nanti bermusuhan dengan Wang So.

      Jadi kalau melihat karakter tokoh-tokohnya, masih sesuai dengan sejarah. Hanya satu yang membuat saya agak bingung, yaitu Wang Wook dan Pangeran Baek-ah. Mereka berdua namanya Wang Wook, tapi gelar anumerta mereka beda. Setahu saya, putra ke-8 nanti bergelar Ahnjong Wook, sedangkan putra ke-13 bergelar Daejong Wook. Ahnjong Wook adalah ayah dari Raja Hyeonjong, sedangkan Daejong Wook adalah kakak dari Ratu Daemok (sekaligus ipar Wang So) dan ayah dari Raja Seongjong. Tapi di drama nya kok putra ke-8 yang jadi Daejong Wook.

      Berhubung dramanya belum selesai jadi kita tunggu saja kelanjutannya gimana ^_^
      Semoga penjelasannya bisa membantu.

      Delete
    2. Artikel lebih lengkap mengenai putra-putra Wang Geon dapat dibaca di:
      PUTRA-PUTRA WANG GEON"

      Delete
    3. Mau tanya min,,,wang wook/daejong wook kan jadi ayah raja seongjong, berarti nanti dia nikah lagi ya... agak bingung dengan cerita di drama korea karena istri pertamanya meninggal dan dia suka sama hae so.

      Delete
    4. Halo saudari Fitria, Wang Wook tidak diketahui apakah pernah menikah lebih dari sekali atau tidak namun resminya beliau menikah dengan saudari tirinya, yaitu Ratu Seonui.

      Delete
  11. blog nya bagus sekali... saya suka baca tulisan anda mudah di pahami.. di tunggu sejarah-sejarah lain nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih... Kami menantikan kunjungan anda selanjutnya...
      Salam....

      Delete
  12. admin, saya penasaran dengan permaisuri dari raja gwangjong. permaisurinya apakah adik dari pangeran ke 8 wang wook? yang nama aslinya Hwangbo Yeon-Hwa? terus yang jadi selirnya yang ponakannya itu siapa?

    sebenarnya saya bertanya begini karena saya penasaran tentang raja gwangjong (pangeran ke 4 wang so) di drama scarlet heart ryeo. tolong di jelaskan min


    makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya min, kira-kira IU (hae soo) disini berperan sebagai siapanya raja gwangjong (pangeran ke 4 wang so)? dia sebagai selirnya yah? kan sekarang dia hanya jadin dayang.

      Delete
    2. Hai Cicinastitiek Lingga,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.

      Mengenai Wang So/Gwangjong, beliau tercatat hanya memiliki dua istri. Istri pertamanya adalah Hwangbo Yeon-hwa/Ratu Daemok, adik dari Wang Wook. Lalu dia menikah dengan istri keduanya, yang adalah keponakannya sendiri yaitu Ratu Gyeonghwa. Ratu Gyeonghwa ini adalah putri dari Wang Mu/Raja Hyejong (putra mahkota dalam drama scarlet heart Ryeo). Ibu dari Ratu Gyeonghwa bermarga Lim (putri Wang Mu dengan Ratu Ewha).

      Mengenai IU (Hae Soo), saya belum tahu apa dia ini tokoh fiksi atau bukan. Soalnya dia bukan istri Gwangjong (marganya beda dengan marga istri-istrinya Gwangjong) dan juga bukan istrinya Wang Wook karena setelah istri pertama Wang Wook meninggal (Ny.Hae), Wang Wook menikah lagi dengan seorang putri dari marga Ryu.

      Demikian penjelasannya, semoga bisa membantu. Salam...

      Delete
    3. Artikel lebih lengkap mengenai putra-putra Wang Geon dapat dibaca di:
      PUTRA-PUTRA WANG GEON"

      Delete
    4. terima kasih yah min sudah menjawab pertanyaan aneh ini hahaha, mungkin sebaiknya saya menunggu saja sampai drama ini selesai.

      Delete
    5. Sama-sama saudari Cicinastitiek,
      Semoga artikel2 kami bisa membantu ^^.
      Kami menantikan kunjungan anda selanjutnya.

      Delete
  13. Waah. Terimakasih. Sangat membantu sekali.. jadi sama2 bingung pangeran ke 8 sama ke 13 nya..
    Klo yg di scarlet itu pangeran baek ah menikah sama siapa (seohyun snsd). Gimana kisahnya?? Terimakasih😆😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Miss Kudo,
      terima kasih telah berkunjung ke blog ini.

      Mengenai Pangeran Baek-ah, nama lahirnya adalah Wang Wook, dan nama kuilnya adalah Ahnjong. Baek-ah ini menikah dua kali, nama istri pertama tidak dicatat. Nama istri keduanya (tepatnya pasangan tidak resmi) adalah mantan Ratu Heonjong. Mantan Ratu Heonjong adalah istri keempat dari keponakan Baek-ah (Raja Gyeongjong). Ratu Heonjong juga adalah anak dari Daejong/Wang Wook/pangeran ke-8.
      Jadi setelah Raja Gyeongjong meninggal, ratu Heonjong menjalin hubungan dengan Baek-ah. Anak mereka nanti menjadi raja Goryeo (Raja Hyeonjong).
      Sebenarnya info tentang Baek-ah minim, tapi paling 'wah' ^_^
      Kalau tokoh yang diperankan oleh Seohyun SNSD adalah seorang putri kerajaan, sepertinya tidak mungkin menjadi istri Baek-ah di sejarah nyatanya, karena pasti dicatat. Mungkin Baek-ah menikah dengan putri seorang bangsawan yang tidak terlalu berpengaruh, sebab Baek-ah ini adalah pangeran keturunan Silla (dari pihak ibunya), nah saat itu orang-orang Silla masih menjadi ancaman karena kerajaan Silla adalah kerajaan paling mapan dan paling besar yang ditaklukkan oleh Goryeo, jadi kalau Baek-ah menikah dengan putri bangsawan yang berkuasa, dikhawatirkan akan mengancam posisi putra-mahkota.
      Kalau dilihat dari sejarahnya, pangeran-pangeran keturunan Silla memang tidak terlalu tercatat sejarahnya, karena mungkin mereka tidak dilibatkan dalam pemerintahan. Baru pada jaman Wang So, pangeran-pangeran keturunan Silla mulai ditarik kedalam pemerintahan.

      Mengenai putra-putra Wang Geon dapat dibaca di:
      PUTRA-PUTRA WANG GEON"

      Demikian penjelasannya, semoga bisa membantu. Salam....

      Delete
  14. Ahh suka banget baca tulisannya, sangatsangat mudah di pahami. Gara2 drama scarlet heart ryo, semua penasaran saya terjawab sudah setelah membaca komentarnya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berkunjung..
      Jika saudari tertarik membaca tentang para pangeran Wang Geon, dapat saudari baca di artikel: PUTRA-PUTRA WANG GEON"

      Semoga artikelnya bisa membantu. Salam....

      Delete
  15. Masih bingung sama wang eun, kok di sejarah goryeo aku cari wang eun itu ga ada ya? Atau ada nama lain?
    Kalo wang won masih tertera nama nya walaupun ga dijelaskan detail
    Mohon bantuan penjelasan nya^^ hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai sdri. Hasna,
      terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
      Mengenai Wang Eun, saya juga sudah cari-cari infonya dia itu pangeran yang mana tapi tidak ada info apapun. Saya juga mencari info tentang tentang ayahnya Soondeuk (jenderal Park Sookyung), jenderal ini memang ada dalam sejarah dan memiliki seorang putri, tapi putrinya ini bukan menikah dengan salah-satu anak Wang Geon melainkan dengan Wang Geon.
      Kemungkinan besar pangeran ke-10 adalah pangeran Won-nyeong dan bisa juga Pangeran Gwangju (tapi kemungkinannya kecil sekali). Tapi sayangnya nasib kedua pangeran ini tidak tragis, karena nanti dieksekusi (oleh Raja Gyeongjong dan oleh Raja Hyejong/Wang Mu)

      Semoga nanti dalam dramanya bisa disebutkan nama dari ibu Wang Eun, jadi bisa dilacak nama asli Wang Eun.

      Jika saudari tertarik mengetahui lebih lanjut tentang anak-anak Wang Geon, dapat saudari baca di: Putra-Putra Wang Geon
      Semoga artikelnya bisa membantu.
      Salam....

      Delete
    2. Jadi inti nya di scarlet heart ini acuan nya ada 2 dari bu bu xi jin dan sejarah goryeo itu sendiri begitu? Masih bingung sendiri, mungkin karna belum dijelaskan secara detail di scarlet heart

      Delete
    3. Kalau dari yang saya baca di pers release nya, scarlet heart memang adaptasi dari bu bu xi jin. Tapi ciri khas drama Korea pasti akan dibuat mirip dengan sejarah korea. Soalnya, drama-drama sejarah di Korea kalau beda bgt sama sejarahnya pasti ratingnya rendah di Korea, berhubung ratingnya scarlet heart ini cukup tinggi, pasti timnya akan lebih menyesuaikan cerita drama dengan sejarah aslinya..

      Delete
    4. Saya baca tentang baekje, klan hae sangat berpengaruh. Apakah haesoo (IU) berasal dari baekje?
      Kalo woo hee (seohyun snsd) itu juga dari baekje? Mohon penjelasan nya saya masih bingung hehe

      Delete
    5. Klan Hae memang dari Baekje. Klan ini diturunkan oleh Hae Mosu (dalam drama Jumong, dia yang jadi ayah biologis Jumong).
      Hae Mosu adalah raja pertama kerajaan Buyeo (kerajaan yang sudah ada sebelum jaman Tiga Kerajaan). Saat Tiga Kerajaan muncul, kerajaan Buyeo ini digabungkan dalam kerajaan Baekje, sehingga klan ini sangat berpengaruh di Baekje, soalnya raja-raja Baekje adalah keturunan Jumong. Klan Hae hanya berasal dari Baekje, tapi setelah Baekje diruntuhkan oleh Silla (sekitar 200 tahun sebelum Goryeo berdiri) maka klan Hae dari Baekje lebih dikenal sebagai klan Hae dari Chungcheong (letak Buyeo pada era Goryeo). Jadi Haesoo ini sudah tidak bisa dibilang sebagai orang Baekje lagi melainkan orang Chungcheong.

      Kalau si Woo Hee/Seohyun SNSD, dia adalah putri dari Kerajaan Hu-Baekje (Baekje Akhir) yang didirikan oleh para pengungsi Baekje setelah Baekje runtuh, karena itu dia dibilang putri dari Baekje (walaupun dia mungkin bukan keturunan raja-raja Baekje). Nah, Hu-Baekje ini diruntuhkan oleh Kerajaan Taebong (kerajaan sebelum Goryeo). Raja Wang Geon dari Goryeo lah yang menyerbu Hu-Baekje karena dia adalah salah-satu panglima kerajaan Taebong, sehingga bisa dibilang bahwa Goryeo lah yang meruntuhkan Hu-Baekje, makanya s Woo Hee dalam drama itu sangat benci sama Goryeo dan pangeran2 Goryeo termasuk si Baek-ah.
      Karena Hu-Baekje dicaplok Goryeo dan diubah menjadi provinsi Jeolla Utara maka Woo Hee ini nanti dikenal sebagai orang Jeolla.
      (Meskipun sama-sama keturunan Baekje tapi asal daeahnya beda sama Hae Soo)
      Demikian penjelasannya, semoga bisa membantu.

      Delete
    6. Halo admin maaf banyak tanya tapi emang krna penasaran, Masih bingung sama pangeran Wang eun itu dia pangeran won-nyeong atau pangeran gwangju krna kan ga mungkin dia pangeran gwangju soal nya Wang eun ini belum di bunuh pas masa pemerintahan raja hyejong. Tp pas di preview ep 15 kaya nya eun ini mau dibunuh krna ada kaitan nya dgn Wang kyu(kakeknya). Jdi sebenernya menurut admin Wang eun ini pangeran mana? Jgn2 dia campuran kedua pangeran itu hehe

      Delete
    7. Mengenai Wang Eun, ada pengunjung blog yg membagikan info. Jadi rupanya pangeran wang eun adalah pangeran gwangju. Mengenai hal ini dapat dilihat dlm pembahasan di kolom komentar artikel putra-putra wang geon.
      Maaf ya saya belum mengupdate lagi info tentang wang eun di artikelnya...

      Delete
  16. hallo admin,
    wah beruntungnya saya menemukan blog ini^^v penjelasannya sangat jelas dan mudah dimengerti..

    sebagai penggemar drama scarlet heart ryeo yang membaca info diatas ada tiga hal yang mau Saya tanyakan..

    1. apa nama ratu atau selir pangeran wang jung itu diketahui dan tercatat disejarah? karena menurut novel BBJX yang menjadi acuan pembuatan drama scarlet heart, hae soo atau Go ha jin (nama masa depan haesoo) nantinya menikah dengan pangeran wangjung / pangeran besar moonwon.. apa nama haesoo atau go hajin benar ada didalamnya?

    2. tokoh pangeran wang eun alias pangeran ke 10 di scarlet heart nyata kah? karena Saya baca dari keturunan raja taejo diatas tidak ada penjelasan atau nama tertulis mengenai pangeran wang eun yang dalam drama menikah dengan park soon duk anak dari komandan pada zaman itu

    3. siapa nama permaisuri pertama pangeran wook baek ah? apakah dia seorang putri? karena menurut drama pangeran wook baek ah ini akan menjalin cinta dengan woo hee putri terakhir dinasti baekje yang diperankan seohyun snsd

    maaf atas pertanyaan Saya yang ngga tanggung2 langsung tiga(x_x) *getok aja getok*
    makasih ya min('__')v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo sdr./i Mumu,
      terima-kasih telah berkunjung ke blog ini.

      Saya akan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan anda.

      1.Dalam artikel dan buku yang saya baca, Wang Jung hanya memiliki seorang istri, yaitu sepupunya (adik Pangeran Wonjang). Nama istrinya adalah Moonhye, dari marga Yu (marga ibunya). Istrinya ini adalah anak perempuan Raja Wang Geon dengan Permaisuri Jeongdeok. Berhubung marga Go Hajin dimasa lalu (era Goryeo) adalah "Hae" maka dalam sejarah aslinya tidak mungkin dia adalah istri dari Wang Jung. Goryeosa tidak mencatat Wang Jung memiliki selir.

      2.Mengenai Wang Eun, saya juga sudah cari-cari infonya dia itu pangeran yang mana tapi tidak ada info apapun. Saya telah mencari info tentang tentang ayahnya Soondeuk (jenderal Park Sookyung), jenderal ini ada dalam sejarah dan memang memiliki seorang putri, tapi putrinya ini bukan menikah dengan salah-satu anak Wang Geon, melainkan dengan Wang Geon. Kemungkinan besar pangeran ke-10 adalah pangeran Won-nyeong atau bisa juga Pangeran Gwangju (tapi kemungkinannya kecil sekali). Namun, sayangnya nasib kedua pangeran ini tidak tragis, karena nanti mereka dieksekusi mati (oleh Raja Gyeongjong dan oleh Raja Hyejong/Wang Mu)
      Semoga nanti dalam dramanya bisa disebutkan nama dari ibu Wang Eun, jadi bisa dilacak nama asli Wang Eun.

      3.Mengenai Baek-ah, sejarah tidak mencatat siapa nama istri pertamanya. Mungkin istrinya bukan putri seorang bangsawan yang terkenal. Karena Baek-ah ini adalah seorang pangeran keturunan Silla (dari pihak ibunya) maka kemungkinan Baek-ah dinikahkan dengan putri bangsawan yang tidak berpengaruh, sebab kubu para bangsawan Silla sangat besar dan kuat. Kalau Baek-ah menikah dengan anak bangsawan yang kuat maka dia bisa menjadi ancaman bagi putra mahkota. Nasib para pangeran (putra-putra Wang Geon) keturunan Silla juga sama, mereka tidak terlibat dipemerintahan oleh karena itu catatannyaa minim. Baru pada jaman Wang So menjadi raja, dia menarik adik-adiknya yang keturunan Silla ini kedalam pemerintahan. Tapi Baek-ah ini nanti tidak terjun di pemerintahan Goryeo. Dia adalah pangeran yang tenang dan tidak punya keinginan meraih kekuasaan. Tapi, justru keturunannya nanti yang akan menjadi raja-raja Goryeo hingga Goryeo digantikan oleh Joseon.

      Jika anda tertarik mengetahui lebih lanjut tentang anak-anak Wang Geon, anda dapat membaca artikel tentang mereka di: Putra-Putra Wang Geon
      Semoga artikelnya bisa membantu.
      Salam....

      Delete
    2. ahh, aku love love banget sama admin..
      artikel dan penjelasannya membantu banget^^v
      tadinya masih mau tanya soal pangeran wang eun terkait adegan episode 13 kemaren tapi setelah nimbrung dicomment artikel admin tentang putra-putra wang geon.. mulai yakin sudah..

      makasih ya min penjelasan panjangnya.. kalo misal nanti bingung dan aku tanya-tanya lagi nggapapa ya^^v #peace

      Delete
    3. Hai sdr./i Mumu,
      senang melihat anda kembali...
      Iya tidak apa-apa.. Silahkan bertanya, kami akan berusaha mencarikan jawabannya atau memberikan referensi artikel lain..

      Delete
  17. Sejujurnya sampai sekarang saya masih bingung, mungkin karena orang-orang kerajaan korea terdahulu memiliki banyak nama yang.. ya begitu.

    Saya lebih tertarik pada kisah Gwangjong. Apakah benar dia membunuh saudara-saudaranya sendiri atau tidak, mungkin bisa dibuatkan artikel khusus untuk membahas gwangjong yang mendetail, jika tidak keberatan. Sangat membantu, meski berbelit karena hubungan keluarga, kkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo saudari Nabila,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
      Gwangjong memang membunuh saudaranya, tapi yang dicatat sejarah hanyalah satu orang saja adiknya yang dia bunuh. Seorang lagi dieksekusi oleh Hyejong. Sedangkan adik2nya yang lain yang dihukum mati justru dihukum mati oleh anaknya Gwangjong (padahal mereka semua tangan kanan Gwangjong). Mengenai Gwangjong dan saudara2nya dapat saudari baca lebih lengkap di artikel: PUTRA-PUTRA WANG GEON

      Semoga artikelnya bisa membantu. Salam.

      Delete
  18. salam kenal admin, saya hari ini baca blog ini jadi banyak pengetahuan tentang sejarah kerajaan goryeo yang saya dapatkan, mungkin karena drama ScarletHeart:Ryeo juga jadi rasa ingin tahu nya jadi besar. tq admin 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo sadri Yelni,
      Salam kenal juga dan terima-kasih telah berkunjung ke blog ini.
      Jika saudari tertarik pada sejarah2 Scarlet Heart: Ryeo, saudari dapat membuka artikel: PUTRA-PUTRA WANG GEON yang membahas tentang sejarah para pangeran yang muncul dalam drama Scarlet Heart.
      Semoga artikelnya bisa membantu.
      Salam.... ^^

      Delete
  19. saya sangat senang sekali membaca blog anda, karena rasa penasaran saya tentang kerajaan di korea terjawab sudah. oh, iya min apakah Nyonya Gyeonghwagung istri ke-2 dari raja gwangjong itu hae soo yang berperan di Scarlet Heart Ryeo? atau cuma tokoh fiktif saja? dan tentang drama Scarlet Heart Ryeo yang memang benar" fakta itu di bagian mana aja y min, terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima-kasih telah berkunjung ke blog ini dan atas apresiasinya.

      1.Mengenai Hae Soo dan Selir Gyeonghwagung (istri kedua Wang So), saya yankin mereka bukan orang yang sama.
      Hae Soo bermarga "Hae", marganya menunjukkan dia adalah seorang putri bangsawan Buyeo dari Chungcheong, sedangkan Selir Gyeonghwagung adalah keponakan Wang So, dia adalah anak dari Wang Mu (putra mahkota dalam drama scarlet heart).
      Dalam pernikahan sedarah di Goryeo, anak laki2 menggunakan marga ayahnya sedangkan anak perempuan menggunakan marga ibunya (yang diturunkan dari kakeknya).
      Jadi anak2 laki2 Wang Geon mengikuti marga "Wang" dari "Wang Geon" dan anak2 perempuan Wang Geon mengikuti marga ibunya. Contohnya: Wang Wook/Daejong Wook dan Putri Hwangbo Yeonhwa. Mereka berdua kakak beradik kandung, tapi karena Wang Wook laki2 maka dia menggunakan marga ayahnya, sedangkan putri Yeonhwa yang perempuan menggunakan marga ibunya (Hwangbo).
      Nah, marga selir Gyeonghwagung ini pasti mengikuti marga ibunya yang menikah dengan Wang Mu. Istri2 Wang Mu ini bermarga "Im" (Ratu Ehhwa), "Wang" (ibunya Selir Gyeonghwagung), "Kim", dan "Yeon".
      Jadi, marganya Selir Gyeonghwagung adalah "Wang", bukan "Hae". Jadi kemungkinan besar dia beda dengan "Hae Soo".

      2.Fakta2 dalam drama Scarlet Heart. Banyak kok yang benar2 sesuai sejarah dalam drama ini. Susah disebutkan satu-persatu, tapi diantaranya:
      -Urutan putra pertama ke putra ke-4 memang sesuai sejarah (dicatat dalam Goryeosa), urutan lain adalah kesimpulan yang dibuat oleh para sejrawan.
      -Nama dan asal ibu masing2 pangeran sesuai sejarah
      -Pangeran Baek-ah memang tidak bisa menjadi raja walaupun ibunya adalah salah-satu ratu Goryeo (ratu kelima), sehingga ststusnya lebih tinggi dari Wang Won dan Wang Eun, dan setara dengan Wang Yo, Wang So, dan Wang Wook.
      -Sebutan bagi Wang So bahwa dia adalah seorang pembunuh
      -Keberadaan Jimong (si astronomer)
      -Permusuhan Wang So dan Wang Yo
      -Percobaan pembunuhan putra mahkota oleh Wang Yo
      -Persaingan antara Wang So dan Wang Wook (Daejong)
      -Putri pertama Wang Geon memang menikah dengan orang asing (mantan raja Silla) dan tinggal diluar istana
      -Jenderal Park Sookyung memang tangan kanan Wang So
      -Hubungan baik Wang So dengan beberapa adiknya seperti dengan Wang Jung (adik kesayangan), Baek-ah, dll yang tidak diceritakan.
      Dan masih banyak lagi (agak sulit diingat2 ^^)

      Kalau yang tidak sesuai sejarah yah si Hae Soo yang datang dari masa-depan, yang lainnya adalah:
      -Pernikahan salah-satu pangeran Wang Geon (Wang Eun) dengan Soondeuk (anaknya Jenderal Park Soo-kyung). Memang jenderal ini adalah tangan-kanan Wang So dan memang dia memiliki seorang putri, tapi putrinya ini tidak menikah dengan salah-satu anak Wang Geon melainkan dengan Wang Geon (menjadi Permaisuri/Selir Istana Mongryang)
      -Istri pertama Wang Wook (tidak ada datanya)
      -Kebencian ibu Wang So pada Wang So, sebab memang Wang Yo adalah anak kesayangannya tapi para sejarawan berpendapat bahwa lebih mungkin ibu mereka membenci Wang So setelah kematian Wang Yo bukan sebelumnya.
      -Wang So sangat dibenci rakyat, sebab sebelum menjadi raja, Wang So itu bukan pangeran yang terkenal, dan setelah menjadi raja justru dia dicintai rakyat karena membangun banyak kuil dan mendukung penuh agama Budha, membebaskan budak2 dan tawanan perang, dan menghukum para pejabat korup. Justru anaknya Wang So yang tidak disukai oleh rakyat

      Yang lainnya saya belum tahu karena dramanya belum selesai ^^.
      Mengenai pangeran2 ini, dapat dibaca lebih lengkap di artikel: PUTRA_PUTRA WANGGEON
      Semoga penjelasan dan artikelnya bisa membantu. Salam.

      Delete
    2. wooowww mimin tau sejarah banget yak, kalo sejarah kerajaan di Indonesia di buat drama yang menarik kayak Scarlet, dll pasti banyak yang suka pelajaran sejarah ya. hehehehe

      Delete
    3. oh iya min, saya mau tanya lagi. apa di korea sejak zaman dahulu sudah melangsungkan pernikahan sedarah, yang saya lihat dari film scarlet ini wang soo menikah dengan putri hwangbo yeonhwa. kan mereka sama-sama dari satu ayah yang sama yaitu raja taejo. bukannya kalo pernikahan sedarah itu akan memunculkan resiko penyakit pada keturunannya.Misal penyakit yang awalnya gak muncul karena pernikahan sedarah akan muncul. Kalo contoh kasus yang seperti itu pada zaman kerajaan korea zaman dulu ada gak min ? terima kasih :)

      Delete
    4. Halo, maaf banget ya baru membalas komentar anda.
      Komentar yang masuk banyak sekali jadi saya luput melihat komentar yang anda kirim.
      Saya akan berusaha menjawab pertanyaan anda.

      1.Risiko penyakit pada pernikahan sedarah.
      Memang benar pernikahan sedarah (kakak-beradik) sangat berisiko karena anak-anaknya rentan mengalami penyakit. Biasanya akan ada kelainan pada tulang (seperti yang terjadi pada Firaun Tutankhamon dari Mesir), atau juga epilepsi (seperti yang terjadi pada beberapa raja di Eropa). Risiko lain adalah pelemahan sistem imun tubuh, yang kemudian membuat penderitanya mudah terjangkit penyakit dan sulit sembuh dari suatu penyakit.

      2.Kasus Pernikahan Sedarah di Korea Kuno.
      Pernikahan sedarah dalam sejarah Korea yang paling terkenal adalah pernikahan anak-anak Wang Geon dari Goryeo yang dapat kita lihat dalam drama Scarlet Heart. Namun, bukan mereka yang mengawali. Pernikahan sedarah ini sangat marak dilakukan oleh orang-orang Silla. Raja-raja Silla rata-rata melakukan pernikahan sedarah antar sepupu. Contoh pernikahan sedarah era Silla dapat anda tonton dalam drama "The Great Queen Seondeok". Dalam drama itu, Nyonya Mishil yang menjadi selir dari beberapa orang raja sebenarnya adalah sepupu dari raja-raja itu.

      Semoga penjelasan saya bisa membantu. Salam ^^

      Delete
  20. Waah adminnya memperbarui informasi stelah dramanya tayang ya..
    makasih ya min, berhubung banyak yang tanya tentang Wang Eun dan saya sendiri juga penasaran..
    Pernah di episode 6 pas hae soo di mau dijadikan budak sama raja, anak2 raja minta ibu-ibu mereka jadiin hae soo jadi pelayan istana.. nah si astronomernya nyebutin Nyonya Gwangjuwon juga minta..
    Kemungkinan besar yang rengek2 ke ibunya itu wang eun, karena ibu2 pangeran lain kita udah tau namanya..

    kalo dibaca di history blog ini, Nyonya Gwangjuwon ini punya satu Putra makhkota Gwangju. Saya yakin 90% si putra mahkota gwangju ini adalah Pangeran Wang Eun ini..

    Nah kemungkinan besar memang putra mahkota gwangju ini bakal mati pas pemerintahan Wang Mu entah krn memberontak ato sebab lain. Nama Gwangju sendiri sebenarnya ada banyak di history raja goryo jadi emank agak bingung..


    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima-kasih telah berkunjung ke blog ini dan atas apresiasinya.

      Mengenai Wang eun, saya masih belum tahu dia pangeran yang mana. Mungkin Pangeran Won-nyeong atau mungkin juga Pangeran Gwangju. Sayangnya, kedua pangeran ini mati dibunuh tapi bukan oleh Wang So. Pangeran Won-nyeong (beda dengan Wang Won) nanti dibunuh oleh anaknya Wang So (padahal dia salah-satu orang kepercayaan Wang So), sedangkan Pangeran Gwangju dibunuh oleh Wang Mu (putra-mahkota). Pangeran Gwangju tidak memberontak, kakeknya yang memberontak. Akibatnya dia juga dieksekusi.

      Tapi yang saya baca, sangat kecil kemungkinan dia adalah pangeran ke-10 karena ibunya (selir Sogwang) menikah dengan Wang Geon sebagai istri ke-16 (atau ke-17). Jadi harusnya dia tidak lahir sebelum Baek-ah dan Wang Jung. Tapi, mungkin juga Wang Eun adalah Pangeran Gwangju, karena mungkin dia dijadikan pangeran ke-10 dalam drama karena sejarahnya itu.

      Kami sangat berterima-kasih atas masukan saudara/i mengenai Wang Eun.

      Mengenai pangeran2 ini, dapat dibaca lebih lengkap di artikel: PUTRA-PUTRA WANGGEON
      Semoga penjelasan dan artikelnya bisa membantu. Salam ^^

      Delete
    2. jadi sebenernya putra mahkota Gwangju itu anaknya ratu grangjuwon ato selir Sogwang ya min? walaupun mrk sodaraan emanknya tapi disitu dijelasin anaknya namanya sama.. hehe

      kalau dipikir2 lagi secara urutan pangeran emank ga logis sih dia jadi pangeran ke 10, tapi kalau dilihat dari alur cerita kayaknya emank bener deh.. ga sabaar pengen tau jalan ceritanya di drama..

      Delete
    3. Putra Mahkota Gwangju adalah putra tunggal Selir Sogwang. Selir Sogwang ini adik (atau kakak) dari Selir Gwangjuwon. Nah, biasanya gelar para selir atau putri atau pangeran disesuaikan dengan asal daerah ibu atau ayahnya, atau mewarisi gelar terdahulu orang-tuanya. Contohnya, Pangeran Wiliam yang juga dikenal "Wiliam of Wales" padahal dia tidak berasal dari daerah Wales tapi itu adalah gelar ayahnya jadi gelar itu juga diturunkan ke Wiliam. Kini beliau bergelar "Duke of Cambridge", karena gelar "Duke of Cambridge" adalah salah-satu gelar milik ayahnya.
      Sama halnya dengan Pangeran Gwangju. Sebenarnya, yang harus bergelar Pangeran Gwangju adalah anak dari bibinya (Selir Gwangjuwon), tapi karena selir ini tidak memiliki anak dan Pangeran Gwangju adalah pangeran dari Gwangju yang pertama maka dialah yang mewarisi gelar "Gwangjuwon-gun" artinya "Pangeran dari Gwangju".
      "Gwangjuwon-gun" adalah nama gelar/kuil (seperti Wang Geon yang nama kuilnya adalah "Taejo"). Nama lahir Pangeran Gwangju ini tidak diketahui.
      Secara logika Pangeran Gwangju tidak mungkin diurutan ke-10. Karena jika urutannya berdasarkan kelahira, ibu Baek-ah yang duluan menjadi istri Wang Geon sedangkan ibu Pangeran Gwangju hanya istri ke-16/17.
      Lalu kalau dinilai dari status kebangsawanan ibunya dan status ibunya diistana, ibu Baek-ah memiliki status kebangsawanan yang lebih tinggi (anggota keluarga kerajaan Silla) dan juga merupakan salah-satu ratu Wang Geon (Wang-bi), beda dengan ibu Pangeran Gwangju yang hanya putri seorang bangsawan (bukan keluarga raja) dan berstatus sebagai selir (Hu-gung).
      Jadi lebih logis kalau Pangeran Gwangju adalah adik dari Baek-ah. Karena Baek-ah sangat mungkin diurutan ke-13 maka sangat tidak mungkin Pangeran Gwangju berada diurutan ke-10 (meskipun ada kemungkinan dalam drama scarlet heart, tokohnya lah yang diperankan sebagai Wang Eun).

      Delete
  21. Dear Mimin,

    Thank you so much for your kindly knowledge sharing about Korea native ancient local history. Appreciated for your hard work and continuing improving as much as the drama goes. I really enjoyed how you explained by detailed.

    I has so much questions but already answered by your previous detailed explanation. But I wanna ask bout my curiosity about a tiny dialogue between Yeon Hwa Princess and her mother about "Sacrificing" She said about How If Ms. Park/Ms. Wang/Ms. Kang will taken revenge about what they've already did. Did you have a details about those name? I just a bit a curious. Also About Ms. Oh, Did she was real? I mean the women who became Taejo's true love? and she'd been executed?

    Thank You for your sharing,
    will taking my time to learn step by step about Goryeo within your blog and the drama, will do really thankful for your nicest.

    Regard,
    -A

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Miss..
      Thank you for your visit and for your appreciation.
      I'm happy if my articles could help you.

      About your questions, I will try to answer and explain.

      1st. about Ms.Park, ms.Wang, and Ms.Kang.

      I believed they are Wang Geon wives.
      Wang Geon has 29 wives from many different region and clan. Four of them are from Park clan, five of them are from Wang clan, and only one of them from Kang clan.

      Miss Kang certainly is Palace Concubine Shinju (Shinju Hu-gung). She was mentioned on the first or second episeode, as Wang So adopted mother (legaly) which actually Wang So is her family's hostage as the for not being attack by Chungju Yoo Clan (Wang So and Wang Yo's mother's clan).

      About ms.Wang, there are five posibility about who actually she is.
      1st is Palace Concubine Jeongmok (Jeongmok Hu-gung) daughter of Wang Gyeong from Myeongju in Gangwon Provinces,
      2nd is Palace Concubine Daemyeongjuwon (Daemyeongjuwon Hu-gung) daughter of Wang Ye from Myeongju in Gangwon provinces,
      3rd is Palace Concubine Gwangjuwon (Gwangjuwon Hu-gung) daughter of Wang Gyu from Gwangju in Gyeonggi provinces,
      4th is Palace Concubine Sogwang (Sogwang Hu-gung) daughter of Wang Gyu from Gwangju in Gyeonggi provinces.
      5th is Palace Concubine Yehwa (Yehwa Hu-gung) daughter of Wang Yoo from Chunju in Gangwon provinces.

      Actually, Wang Ye (Concubine Daemyeongjuwon's father) was more powerful, but because the drama didn't mention his daughter but Concubine Gwangjuwon, so it is more possible if Concubine Gwangjuwon is ms.Wang. In history there is no record if she has a child but it seems in the drama she had a son (Wang Eun), which actually is the son of her sister, Concubine Sogwang.

      About ms.Park, there are four posibility about who actually she is.
      1st is Palace Concubine Dongsanwon (Dongsanwon Hu-gung) daughter of Park Young-gyu from Suncheon in Jeolla Provinces,
      2nd is Palace Concubine Seungmo (Seungmo Hu-gung) daughter of Park Ji-yoon from Pyeongju/Pyeongsan in Hwanghae Provinces,
      3rd is Palace Concubine Wolgyeongwon (Wolgyeongwon Hu-gung) daughter of Park Soo-moon from Pyeongju/Pyeongsan in Hwanghae Provinces,
      4th is Palace Concubine Mongrangwon (Mongrangwon Hu-gung) daughter of Park Soo-kyung from Pyeongju/Pyeongsan in Hwanghae Provinces.

      It is impossible if Concubine Mongrangwon is ms.Park in the drama because she was the daughter of General Park Soo-kyung (Wang So's right hand), even in the drama she was mentioned to be married with Wang Eun, instead one of Wang Geon wives.
      I think ms.Park is among Concubine Seungmo or Concubine Dongsanwon. Why? Because both of their background was from very strong clan and very important region (Pyeongsan and Jeolla/old Baekje ). But I think Concubine Seungmo is more possible (because she gives 4 prince for Wang Geon).

      Delete
    2. 2nd. about Ms.Oh.
      If in the drama ms.Oh is one of Wang Geon wives then it means she is Queen Janghwa (Wang Geon 2nd Queen), mother of Wang Mu (the crown prince). Ms.Oh/Queen Janghwa is the only one Wang Geon's wife from Oh clan. She married Wang Geon long long before Wang Geon crowned as Goryeo 1st king. Taejo married her when he was one of Taebong General at the difficult time when Goryeo still not exist and Korea Peninsula in chaos because of war in everywhere. History Record said Taejo meet her when he was lead his army in Naju (Ms.Oh's hometown), and ms.Oh help them. Taejo really love her because she has manner and beauty. But, she is not from a strong clan. Even that, Taejo still make her son as the crown prince (Wang Mu).

      So far her story match with the drama, but the problem is Ms.Oh/Queen Janghwa died in 934. I don't know how she died, but if she died in 934, it was before Baek-ah, Wang Jung, an Wang Eun (if he is Prince Gwangju) born. Baek-ah was Prince of Silla clan, Silla was conquered by Goryeo in 935. Also, Gwangju (Wang Eun's mother region) was conquered by Goryeo in 936.
      So, she should have died in Scarlet Heart, based on the appearance of Prince Baek-ah, Prince Wang Jung, and Prince Gwangju (which should be born after she died).

      But maybe the PD and script writer are try to modify the script and the plot to make it more interesting (just enjoy the drama ^^)

      I hope my explanation could help you.
      Btw I really want to translate all of my articles in english but it takes time. I hope I could reallize it as soon as possible.

      I am very looking forward to your next visit ^^...
      Regard....

      Delete
  22. assalammualaikum min,, saya ijin baca blog nya yaa.. saya dateng kesini karena kepo sama drama scarlet, thanks udah buat blog ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Damaianti,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
      Silahkan berkunjung kembali. Kami menantikan kunjungan anda.
      Semoga artikel-artikel kami membantu...
      Salam.... ^^

      Delete
  23. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo saudari Hubby..
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Mohon maaf sebesar-besarnya karena saya menghapus komentar anda tanpa sengaja saat akan membalas komentar ini dan saya tidak bisa memunculkannya lagi.
      Saya tidak bermaksud demikian.
      Mengenai pertanyaan anda tentang Wang Geon, dia adalah Raja Taejo dari Goryeo, raja pertama Goryeo dan Raja pertama dalam artikel ini (bapaknya semua dalam drama scarlet heart). Nama Wang Geon adalah nama aslinya.
      Namanya tetap dipanggil Wang Geon dalam drama karena dalam drama kan dia masih hidup sedangkan nama Taejo yang adalah nama kuil baru diberikan setelah dia meninggal dan baru ada pada masa Joseon.
      Dalam sejarah dia dikenal dengan nama Taejo Wang Geon, untuk membedakannya dengan raja Taejo yang lain yaitu: Taejo dari Goguryeo dan Taejo Yi Seonggye (Joseon).
      Demikian penjelasannya.

      Delete
    2. lalu yang nanti akan membunuh saudaranya sendiri wang so ya? (seperti yang di perkirakan oleh hae so dalam drama scarlet love)
      dalam perfilm an apakah boleh merubah jalan cerita sejarah untuk memberi kesan happy ending yg d ingin kan penonton.
      seperti drama dong yi, jang geum, jak ok jung benar ada sejarahnya ya?

      Delete
    3. Dalam drama sepertinya mengarahkan bahwa Wang So yg membunuh saudara-saudaranya. Memang benar Wang so membunuh saudaranya tapi hanya 1 orang yaitu Wang Won. Selebihnya yg dibunuh wang so adalah keponakan2nya yaitu anaknya wang mu (putra mahkota) dan anaknya wang yo.

      Memodifikasi cerita adalah hal biasa dalam drama korea dan tidak melanggar peraturan komite penyiaran Korea karena berpedoman pada prinsip "ada kejadian-kejadian yang tidak tercatat dalam sejarah."
      Hal ini diperbolehkan asalkan tidak melanggar etika dan tidak merugikan negara dan orang lain (individu dan organisasi).

      Delete
  24. oh iya sama drama empress ki ada kaitanya nggak ya sama sejarah goryeo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Empress Ki adalah salah seorang ratu Yuan. Dia adalah putri seorang bangsawan Goryeo yang menikah dengan Kaisar dari Yuan (Mongol) dan anaknya nanti juga menjadi Kaisar.
      Dia adalah kakak atau adik dari Gicheol. Gicheol ini muncul dalam drama Faith sebagai tokoh yabg jahat. Soalnya dlm sejarah memang Empress Ki adalah tokoh yang jahat bagi orang Korea. Jadi dia adalah ratu di Chi na yang memberikan perintah2 jahat ke Gicheol untuk menindas Raja Goryeo yang baru (Gongmin) dan rakyat Goryeo demi kepentingannya..
      Demikian penjelasannya. Salam..

      Delete
  25. Wah banyak dimodifikasi blog nya (terutama sejak moonlovers tayang \(^o^)/ ), termasuk saya yg penasaran ke blog ini lagi utk baca² sejarah zaman goryeo.. Thanks ya min tulisannya dari taun lalu sampai sekarang banyak memberi pencerahan. Setiap nonton drama sageuk / film lepas yang bertemakan sejarah kerajaan korea dari dulu baca blog ini jadi dapat lebih memahami alur ceritanya, dulu baca blog mimin pertama kali gara² shine or go crazy, six flying dragons, fatal encounter dll masih sgt byk. Saya sependapat dengan mimin klo karakter/nasib wang so / yi bang woon itu mirip, mulai dari perjuangan sebelum menjadi raja, usaha dan jasa selama pemerintahan yg positive bagi bangsa (suka bgt dgn kedua tokoh tsb).. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Neyka,
      Terima kasih telah menjadi pengunjung setia blog ini dan juga atas apresiasinya...
      Kami menantikan kunjungan saudara/i selanjutnya...
      Salam ^^.

      Delete
  26. Thank You so much your kindly answer Deleigeven team, it so helpful to understand further between the drama and the real story of Goryeo. I had also wondering who is Prince Wang Eun supposed to be, but in the recent eps seems he'd was from Gwanjuwon, Clan Wang - Gwangju district. She had the only one son and He was the Majesty Gwangjuwon (Wang Eun) In this drama. The most confussing was if he came from wives #14 is it possible if he was older than Baek Ah who'd belongs from the forth wives?
    he might be younger than Baek Ah or even Wang Won.
    For Soon Deok did she had another sisters who married with Goryeo King? I mean Mongranwon #27 wives from Taejo's had another daughter other than Soon Deok?
    In Scarlet Heart Seems He will died in Jeongjeong era (Not in Hyeonjong) is it possible mark up the story detailed about someone dead lifeline?

    I'm kindly thank you for your next replied, dear Friend.
    I'm Sorry for took so much attention about your explanation, I would love to learned more detailed bout Goryeo from anywhere I could found out. More further definitely from your blog.

    Regard
    -A

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaai...
      I really really really apologize for a very long reply to your comment. It's ok, I'm happy if I could share any info about my articles to others.
      I will try to answer your questions.

      1. About Prince Gwangju / Wang Eun
      It is impossible if he is older than Baek Jung-ah or Wang Jung. Baek-ah's mother was the first became the wife of Wang Geon. And also, Baek-ah's mother status of nobility was higher (members of the royal family of Silla). She was one of Wang Geon's queen (Wang-bi), compare to Wang Eun's mother who was just a daughter of a nobleman (not the royal family) and her status was a concubines (Hu-gung).
      So it is logical that the Prince of Gwangju is the younger brother of Baek-ah. Wang Won is possible become their brother because his mother was from Pyeongsan.

      2. About Soondeok
      She has no sister, but has a brother who served the king of Goryeo until Gwangjong era. Soondeok will died in Gwangjong or Gyeongjong era.

      In Korean Broadcasting Commission, it is possible to modify the script without following the real fact in history.

      I hope my explanation could help you.
      I waiting for your next visit and response... ^^
      Regard.........

      Delete
  27. Nyari-nyari sejarah tentang kerajaan Gorgyeo dan pangeran-pangerannya bener real apa ngga gara-gara penasaran setelah nonton scarlet heart. Artikelnya membantu banget jadi tau cerita di film dan aslinya emang bener real yah walaupun ada fiksinya. Dan baru tau juga ternyata yang benernya tuh Wang Wook (Daejong Wook) pangeran ke 13 dan Baek Ah (Ahnjong Wook) pangeran ke 8. Yang di film kebalik dong yah min? Thank you infonya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini...
      Mengenai Baek-ah dan Wang Wook, salah satu dari mereka memang adalah pangeran ke-8. Sekedar informasi, walaupun urutan kelahiran mereka berbeda cukup jauh, tapi usia mereka berdua tidak beda jauh.
      Kami menantikan kunjungan saudara/i selanjutnya...
      Salam...

      Delete
  28. blog nya bagus dan rinci, bahasanya juga gampang dimengerti, pas lagi cari permaisuri daemok istri dr gwangjo (karena nonton scarlet).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan juga atas apresiasinya...
      Kami menantikan kunjungan saudara/i selanjutnya...
      Salam.

      Delete
  29. Tertarik sejarah goryeo krn pilm scarlet.. Kalau latar pilm six flying dragon itu jg kisah nyata ya min? Tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan juga atas apresiasinya...
      Six Flying Dragon diambil dari kisah nyata. Tokoh2nya pun nyata..
      Kami menantikan kunjungan saudara/i selanjutnya...
      Salam.

      Delete
  30. Sis klo raja gwangjong apakah kuilnya ad? Dan apakah masih sampai skg?, dan kuil pangeran lain apakah ada juga? Thx ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Scarlet fans,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.

      Kuil raja-raja Goryeo sebagian besar telah dihancurkan di era Joseon oleh Raja Taejong (Yi Bang-won) yang sangat anti Goryeo dan anti Budhisme. Oleh karena itu kuil yang dibangun Gwangjong dan tempat Gwangjong didoakan memang telah dihancurkan.
      Tapi kuil tempat tablet Daejong Wook berada adalah kuil sempat bertahan lama (saya lupa letaknya dimana).

      Jika alasan anda menanyakan pertanyaan ini karena menyangkut nama kuil para raja dan pangeran maka saya ingin menginfokan bahwa nama kuil dan kuil raja memiliki latar belakang yang berbeda.

      Nama kuil dalam penamaan raja-raja Korea merupakan gelar kerajaan yang diberikan penerusnya sebagai bentuk penghormatan dan untuk membedakan era raja yang bersangkutan dengan era-era lainnya. Jadi saat raja itu masih hidup dia akan tetap memakai nama pangerannya.

      Sedangkan kuil raja/pangeran adalah tempat tablet raja/pangeran/putri yang telah meninggal diletakkan dan menjadi tempat dimana orang-orang mendoakan raja/pangeran/putri tersebut.

      Demikian penjelasannya. Semoga membantu. Salam....

      Delete
  31. informasinya sangat bermanfaat, terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Anisa Arif,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini..
      Kami menantikan kunjungan anda selanjutnya... Salam...

      Delete
  32. Min kalo di drama yg diasinginnya Wang Jung, kalo sejarah aslinya padahal Baek Ah yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Wenda,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini..

      Wang Jung dalam sejarah tidak pernah diasingkan. Dia sangat disayang oleh Wang So, demikian juga dengan Baek-ah, mereka berdua adalah adik-adik kesayangan Wang So. Tapi Baek-ah nanti diasingkan oleh anaknya Daejong Wook, bukan oleh keturunannya Wang So karena kasus asmara. Wang Jung mendapat penghormatan yang sangat tinggi dari Wang So. Pada jaman Wang So, Wang Jung diberikan kedudukan yang setara dengan raja hanya saja tidak memiliki hak dalam pemerintahan.

      Demikian penjelasannya, semoga bisa membantu.

      Kami menantikan kunjungan anda selanjutnya... Salam...

      Delete
  33. How did Wang So become a king? What do you mean by appointed?? Was he appointed thru a decree from Wang Yo or because of conspiracy and power struggle(just like what happened with Wang Mu)? From what I know and I think, it is because of the scheme of the 4th Prince. For the reason that there is a bad blood between the 3rd & the 4th prince. Also Wang Yo named his son a Crown Prince therefore it should be his own son ascend the throne, right? So it feels like because of the treason of Wang So. I'am right or not?


    P.S may I know where did get your reference because WOW this is very informative. Also I just want to read more about their History.

    Thank you for your response.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello Kathy,
      Thank you for visited this blog.

      About Wang So, of course he wasn't ascend the throne by the decree of Wang Yo. Both Wang Yo and Wang So wasn't enthrone by a decree of their predessor (Wang Yo's predessor was Wang Mu and Wang So's predessor was Wang Yo).

      Both of their predessor has a legimated son, even (as I know) did not pointed as crown prince because the sudden death of the two kings (Wang Mu and Wang Yo).
      According to the ancient Korean Kingdoms tradition, when the kings die without an official heir then the palace/nobel council will appointing the successor. The successor should be the previous king's son or relatives. Each Wang Mu and Wang Yo's sons supposed to succeed their fathers but because they were too young when their fathers die and also has no strong support from the nobels and Wang Geon's sons (the other princes), so their uncles became king.
      Both Wang Yo and Wang So has play role to enthroned themselves.
      Both of them didn't rise a treason, but they use their power & their influances through the tradition to become the king.

      I hope my explanation could help you ^^

      About the references, I read many sources (books, online articles, include some historical journals). Wikipedia will help but better you read in wikipedia Korea. About Goryeo Dynasty, try to read the modern translation and interpretation about Goryeosa (but it is really difficult to find in english T_T).
      And also, I suggest you to find the history about the nations that ever against Goryeo (China, Mongol, etc).

      I'm waiting for your next visit ^^

      Regard......

      Delete
  34. Gara2 scarlet heart ryeo sy bolak balik baca ini tulisan.... suka banget sama drama dengan unsur sejarah. Makasih bgt Min.... bener2 daebak ini info dr Mimin😆😆😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Delta,
      Terima kasih telah menjadi pengunjung setia blog ini dan juga atas apresiasinya.

      Saya menantikan kunjungan anda selanjutnya...
      Salam ^^

      Delete
  35. Seneng bgt baca blog ini sngt membantu ilmu pnegetahuan mengenai sejarah negara Korea, paling lengkap dan mudah dimengertu,,,semangat ya min kamsahamida,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Agoes Dk,
      Terima kasih telah mengunjungi blog ini, dan atas apresiasi serta supportnya.

      Kami menantikan kunjungan anda selanjutnya.
      Salam ^^

      Delete
  36. Duuuuh.. Gara gara nonton Scarlet heart ryeo, jadi penasaran banget sama raja gwangjong. Dalam sejarahnya gwangjoong emamg punya luka area mata ? masih penasaran sm Hae Soo, dan hubungan hae soo dan Gwangjong. Tapi..Blog ini ngebantu banget.. Thankyou min��

    ReplyDelete
  37. Duuuuh.. Gara gara nonton Scarlet heart ryeo, jadi penasaran banget sama raja gwangjong. Dalam sejarahnya gwangjoong emamg punya luka area mata ? masih penasaran sm Hae Soo, dan hubungan hae soo dan Gwangjong. Tapi..Blog ini ngebantu banget.. Thankyou min��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo..
      Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
      Mengenai luka di wajah Gwangjong, saya rasa hanya fiktif. Catatan tentang Gwangjong yang ditulis di Goryeosa ditulis sekitar 300 tahun setelah kematiannya, yaitu di jaman Joseon. Wajahnya dalam drama dibuat seperti itu mungkin untuk menggambarkan sosok Gwangjong yang menakutkan.

      Saya juga menulis tentang Silla. Semoga informasinya bisa membantu. Salam.

      Delete
  38. Himbauan bagi semua calon TKI dan calon Mahasiswa Indonesia yang ingin sekolah/kuliah dan bekerja di Korea Selatan.

    Bagi para calon Mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Korea Selatan, dihimbau agar mendaftar langsung di Kedubes Korea Selatan dengan mengikuti program penerimaan mahasiswa asing (KGSP) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Korea Selatan melalui pengumuman resmi dari kedutaan-besarnya.
    Cara alternatif untuk kuliah di Korea Selatan adalah dengan mendaftar langsung ke Universitas tujuannya dengan mengakses website resmi universitas yang dituju dan mengikuti langkah-langkah yang diminta (jangan khawatir, universitas di Korea Selatan menyediakan pilihan Bahasa Inggris di website mereka).

    Bagi calon TKI, hubungilah BNPTKI untuk menjadi TKI. Tempat pelatihan bahasa bukan lembaga penyalur TKI di luar negeri

    HARAP DIPERHATIKAN:

    1.Hanya sertifikat TOPIK (sertifikat kemampuan bahasa Korea) yang diakui oleh seluruh lembaga pendidikan di Korea Selatan.
    Di Indonesia ujian TOPIK dilaksanakan sebanyak 2 kali (April dan Oktober) di JIKS (JAKARTA INDONESIA KOREAN SCHOOL). Selain sertifikat TOPIK, sertifikat dari tempat kursus manapun tidak akan diakui oleh universitas di Korea Selatan. Jadi jika ada lembaga pelatihan Bahasa Korea alias tempat kursus di Indonesia yang menyatakan bahwa sertifikat dari tempatnya di akui oleh universitas di Korea Selatan maka itu adalah PENIPUAN.

    2.Tidak ada lembaga pelatihan bahasa Korea di Indonesia yang diperbolehkan oleh undang-undang (undang-undang Korea dan Indonesia) untuk menjadi tempat penyaluran mahasiswa ke universitas di Korea.
    Tempat kursus bahasa Korea di Indonesia bisa bekerja-sama dengan universitas di Korea Selatan tapi perannya HANYA SEBAGAI LEMBAGA PELATIHAN BAHASA KOREA, dan bukan sebagai tempat penyalur mahasiswa.

    3.Setiap kegiatan suatu institusi pelatihan bahasa asing yang berusaha menyalurkan mahasiswa ke universitas di luar-negeri dan meminta biaya jasa penyaluran ke universitas dengan alasan bahwa mahasiswa tersebut diterima di universitas di Korea Selatan karena jasa lembaga pelatihan bahasa tersebut, maka lembaga pelatihan bahasa itu HARUS DIPIDANAKAN sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan menipu orang lain sehingga orang itu mengalami kerugian.

    3.Setiap lembaga pelatihan bahasa hanya menjadi tempat pelatihan bahasa bagi calon TKI dan dilarang untuk menjadi penyalur TKI ke luar negeri termasuk Korea Selatan. Jika ada lembaga pelatihan bahasa yang mengklaim sebagai penyalur TKI Korea Selatan maka menurut undang-undang Tenaga Kerja, hal itu tidak benar dan 100% penipuan.
    Lembaga pelatihan hanya berwenang melatih kemampuan bahasa calon TKI, dan jika mereka melakukan lebih dari kewenangan mereka maka mereka terindikasi melakukan HUMAN TRAFFICKING atau PERDAGANGAN MANUSIA, yang sudah pasti memenuhi unsur PIDANA.

    3.Sertifikat bagi calon TKI ke Korea bernama EPS TOPIK yang ujiannya diselenggarakan oleh pemerintah Korea Selatan melalui institusi ketenaga-kerjaan resmi pemerintah Korea Selatan, dan bukan dari tempat kursus. Jika ada tempat kursus yang mengklaim bisa menerbitkan sertifikat EPS TOPIK maka dipastikan itu adalah PENIPUAN.

    Mengacu pada hal ini maka dihimbau pada CALON MAHASISWA ASAL INDONESIA dan pada CALON TKI YANG AKAN KE KOREA SELATAN agar berhati-hati pada lembaga kursus atau lembaga pelatihan bahasa Korea yang mengklaim menjadi penyalur mahasiswa atau TKI ke Korea Selatan.

    Karena itu harap diperhatikan bahwa:
    1.Berhati-hatilah pada lembaga pelatihan bahasa yang memungut biaya mahal dan mengklaim mampu menerbitkan sertifikat TOPIK dan EPS TOPIK.

    2.Jangan Percaya pada TESTIMONI POSITIF tentang lembaga yang terindikasi melakukan penipuan, baik yang di YOUTUBE, Facebook, Instagram, dan semua sosial media milik lembaga pelatihan bahasa Korea bermasalah itu dan juga di sosial media milik pribadi peserta dan mantan peserta, sebab semua itu sudah DIATUR.

    Harap Himbauan ini diperhatikan dan disebar-luaskan agar tidak ada lagi perdagangan manusia oleh oknum tidak bertanggung-jawab.

    ReplyDelete
  39. akhirnya bisa menemukan sejarah sbenernya dr scarlet heart.. makasih min..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Irma,
      terima kasih telah berkunjung dan juga atas apresiasinya.

      Jika saudari tertarik membaca sejarah tentang drama "Scarlet Heart", saya sarankan untuk juga membaca artikel PUTRA-PUTRA WANG GEON yang membahas lebih lengkap tentang pangeran-pangeran dalam drama "Scarlet Heart".

      Semoga artikel kami bisa membantu. Salam.

      Delete
  40. min klo cerita yang di the king in love dramanya yoona itu lanjutan yang mna ya?? akhir atau apa ya?? mau cari tahu sedikit juga nih.. gomawo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,
      Mengenai drama "The King's Love", silahkan dibaca di artikel DINASTI GORYEO ERA INTERVENSI MONGOL
      Salam.

      Delete
  41. Hallo min, salam kenal..
    Saya dari era 2020 yg baru kenal Scarlet heart ryeo hehe

    Sy selalu tertarik setiap yg berbau sejarah kerajaan masa lampau..

    Dan krna drama itu, jadi pnasaran bneran ga sih ada kerjaan itu..
    Lantas ketemu dg blog Mimin yg sangat terperinci selayaknya tahu detail catatan sejarah..
    Luar biasa.. salut saya..

    Boleh tau ga , Mimin belajarnya darimna? Apakah memang sekolah jurusan sejarah atau Mimin peneliti..
    👍😊

    Sya byk bljar dari blog nya, terimakasih byk min..

    ReplyDelete
  42. Hallo min, salam kenal..
    Saya dari era 2020 yg baru kenal Scarlet heart ryeo hehe

    Sy selalu tertarik setiap yg berbau sejarah kerajaan masa lampau..

    Dan krna drama itu, jadi pnasaran bneran ga sih ada kerjaan itu..
    Lantas ketemu dg blog Mimin yg sangat terperinci selayaknya tahu detail catatan sejarah..
    Luar biasa.. salut saya..

    Boleh tau ga , Mimin belajarnya dari mna? Apakah memang sekolah jurusan sejarah atau Mimin peneliti..
    👍😊

    Sya byk bljar dari blog nya, terimakasih byk min..

    ReplyDelete

CATATAN PADA PARA PEMBACA:

-Silahkan membaca, mengambil, dan menggunakan artikel ini dalam karya tulis anda tapi CANTUMKAN KREDIT LENGKAP ARTIKEL INI dalam daftar sumber anda dan JANGAN MENYADUR/MENGCOPY-PASTE apalagi MEM-PLAGIAT 100% isi tulisan ini. Kembangkanlah kreativitas dalam penulisan anda.

-Pembaca DAPAT memberikan komentar dengan akun TANPA NAMA (Annonymous).

-Gunakanlah kata-kata yang baku agar komentar tidak dikategorikan sebagai "komentar Spam" secara otomatis oleh google filter machine.

-Harap MEMBACA ARTIKEL INI dan komentar-komentar sebelum anda DENGAN TELITI sebelum berkomentar, karena mungkin pertanyaan anda TELAH DIJELASKAN secara langsung melalui artikel ini, dan juga agar pertanyaan-pertanyaan yang sama tidak ditanyakan secara berulang.

-DILARANG memberikan informasi dan komentar yang melecehkan Suku, Agama, Ras, dan golongan tertentu (SARA) dan mengandung unsur pornografi.

-Kami menerima setiap kritik dan masukan dari para pembaca melalui kolom komentar, namun Setiap komentar yang melecehkan pihak lain, baik pelecehan berbau SARA atau yang mencerminkan FANDOM WAR akan kami HAPUS.

-Setiap komentar dan iklan yang mengandung unsur PORNOGRAFI dan PERJUDIAN, dan ajakan untuk bergabung dalam usaha SIMPAN PINJAM, KREDIT USAHA dan sejenisnya akan KAMI HAPUS karena berpotensi terjadi PENIPUAN.

-Jika anda memiliki informasi tambahan yang berhubungan dengan artikel ini, kami sangat senang jika anda membagikannya pada pembaca yang lain melalui website ini dan kami sangat senang jika anda juga turut membagikan artikel ini pada orang lain.